Dimanjakan Lima Suami Binatang yang Menggoda
Ciuman itu adalah tanda mati, sebuah pamit yang menandakan bahwa ia mungkin tidak akan pernah merasakan kehangatan Lin Xiao lagi setelah matahari terbenam.
“Tetaplah di menara ini, Xiao-Xiao,” bisik Cang Yan di depan bibir Lin Xiao, napasnya terasa panas dan beraroma maskulin yang tajam. “Jangan turun ke tanah. Biarkan darahku yang membasahi rumput itu, bukan darahmu.”
“Kau harus kembali, Cang Yan! Itu perintah!” Lin Xiao mencengkeram jubah kulit pria serigala itu, matanya berkaca-kaca.