Petani Terkuat
“Ayah, kalau begini terus, kita bisa panen sampai malam.”
“Jangan bercanda,” kata Bejo, tetapi dahinya mulai berkeringat. “Ayah saja sudah bingung bagaimana membawanya ke tengkulak.”
Jaka ikut membantu mengangkat karung. Saat tangannya menyentuh tumpukan cabai, ia bisa merasakan kepadatannya. Cabai-cabai itu besar, segar, dan warnanya merah menyala. Bahkan aromanya pun lebih tajam daripada cabai biasa.