BALASAN PAHIT UNTUK MERTUA
“Beginilah keluarga kami, Dib. Sering dizalimi. Namun, Ibu selalu mengajarkanku untuk berbuat baik kepada semua orang, termasuk orang yang mengkhianati kami.”
“Udah, ah. Jangan bahas yang sedih-sedih dulu. Ayo, kita makan sore dulu. Sebelum Magrib tiba. Adiba, nanti Magribnya di sini aja, ya? Kita jamaah.” Ibu langsung merangkul Adiba. Mengajak Adiba untuk duduk di kursi makan yang menghadap ke bagian depan rumah.
“Wah, aku belum mandi, Bu,” jawab Adiba dengan nada yang agak keberatan.
ตอนยอดนิยม