TERPAKSA BERBAGI CINTA
Aku galau, aku ragu tak akan bisa sendiri menghabiskan hidupku, aku gak bisa melindungi diri atau berpura-pura tegar, aku butuh seseorang untuk berbagi beban dan momen sulit, seperti sekarang contohnya.
"Kau tak membuatku risih, sebaliknya aku merasa nyaman. Terima kasih," ungkapku memejamkan mata.
"Apa kau sudah merasa baikan?"
"Pusing kepalaku sudah agak mereda, tubuhku juga mulai tak mengigil lagi," jawabku.
"Baiklah, aku akan melepaskanmu," balasnya lirih. Perlahan pelukannya mengendur. Aku membalikkan posisi, sementara dia mundur, berusaha menjaga jarak dari tubuhku.
Bab Populer