Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rantai Hasrat

Rantai Hasrat

Namun, sayang wajah rupawannya tidak sesuai dengan hatinya yang keji. Wajah tampan itu berubah menjadi wajah memedi yang mengerikan. *** Bagaskara mulai menampakkan kirana yang silap mata. Semua orang sibuk dengan tugas masing-masing. Seorang lelaki berdiri, menjinjitkan kakinya yang gemetar, melihat keadaan kediaman itu yang di lindungi oleh pagar setinggi 3 meter.
5.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai contoh puisi berantai 6 orang
Baca
+Pustaka
Pria Tampan terdahsyat yang legendaris.

Pria Tampan terdahsyat yang legendaris.

Jawab Wen Pai dengan pasrah, dia ingat begitu enam tahun memakainya , dia begitu ketakutan, apakah rantai ini menimbulkan kesakitan sehingga begitu ditakuti oleh enam tahun. Wen Pai memasangkan borgol di pergelangan kiri dengan kuncinya menghadap ke punggung tangan lalu dia menelusuri lengannya dengan posisi rantai yang selalu menempel kulit Wen Pai, jika kurang menempel Raja menyuruhnya menarik rantai itu. sampai di leher ,tetap harus menempel dikulit rantai itu dilingkarkan ke leher sebanyak tiga kali dengan posisi satu lingkaran diatas lingkaran yang pertama lalu lingkaran ketiga diatas lingkaran kedua sampai rantai itu menyentuh pangkal rahang bawah lalu ujungnya ditekan masuk ke rantai
1018.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 725 kali sebagai contoh puisi berantai 6 orang
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Puisi dan Musik untuk Kampanye Selain video dan foto, Sinta meminta beberapa pemuda untuk menuliskan puisi tentang Lambusango. Sari, seorang pemudi yang dikenal pandai merangkai kata, menciptakan puisi indah yang menggambarkan hubungan antara manusia dan alam. Ia membacakannya di depan Sinta dan Jun: "Di antara dedaunan hijau dan burung bernyanyi, Hutan ini adalah rumah, jiwa, dan hati.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai contoh puisi berantai 6 orang
Baca
+Pustaka
Alstroemeria

Alstroemeria

"Saat jumpa pertama engkau beri hatimu relungnya rona pagi cerah musim semi Saat jumpa kembali engkau sampaikan seuntai kata baranya laksana musim panas tak terlukiskan Ketiga kalinya engkau beri tanganmu dalamnya tersembunyi musim rontok daun berguguran Terakhir kalinya berjumpa lewat mimpi singkatku dalam mimpi terdapat gumpalan angin musim dingin." Ah mengapa panjang sekali? Mengapa puisi ini sangat aneh? berakhir dengan musim-musim dan musim, tapi tunggu...
1015.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 611 kali sebagai contoh puisi berantai 6 orang
Baca
+Pustaka
MENANTI KEPASTIAN

MENANTI KEPASTIAN

Dini banjir tepuk tangan yang sangat meriah. Penampilan yang terakhir, di tutup dengan pembacaan puisi berantai oleh Fatiya, Puput dan Laura. Perwakilan kamar dua ratus tujuh belas. Gerak tubuh, mimik muka dan pembawaannya yang gokil, bikin mahasantri lantai tiga saling lempar tawa. Kuli Bangunan, Penjual Burung, dan Pemuja Wanita Kuli Bangunan : Aku adalah seorang kuli bangunan...
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai contoh puisi berantai 6 orang
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Tak terbayangkan datangnya kemari Dia lari lalu berhenti Memegang tangan merenggut hati Oh, sudikah sekiranya kau datang Atau, aku saja yang mendatangimu Katakan ‘iya’ saat ini padaku Aku akan mengejarmu Satu langkah aku menujumu Dua langkah kau menjauhiku Sepuluh langkah aku memandangmu Seratus paku kau tancapkan di hatiku Tega, kau benar sungguh tega Dengan apa aku harus mengejarmu? Bisakah kau berhenti sejenak Napasku sudah tak lagi sempurna Telah aku abdikan untukmu Oh, Malang adalah cerita hedupku “Selesai!” kata Mei setelah rampung menulis. “Aku tidak paham sama sekali.” “Masak? Padahal itu paling sederhana!”
8.99.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 309 kali sebagai contoh puisi berantai 6 orang
Baca
+Pustaka
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

"Dengarkan baik-baik, judul puisi ini adalah 'Petir'." Nazar menggeleng-gelengkan kepala sambil mulai melantunkan puisinya, "Sekilas kulihat rantai api membelah angkasa, kusangka Kaisar Langit sedang menyalakan bara. Kalau memang bukan asap dari kayangan, mengapa petir menyala berulang di awan?" Ewan sampai ingin langsung melompat dari sini. Karena saat Nazar membacakan puisi itu, suaranya sangat keras sehingga banyak wisatawan di sekitar ikut mendengarnya.
9.51.1M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36.1K kali sebagai contoh puisi berantai 6 orang
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Batangnya tersusun dari semua tahap yang pernah mereka lewati: kalimat pertama, bara yang pulang, fajar yang dijaga, akar kebiasaan, ladang hasil. Di dahannya tergantung buah terbesar yang pernah mereka lihat. Buah itu memantulkan banyak wajah. Pemuda hoodie hitam. Perempuan balkon subuh. Ayah muda dari warung kopi. Desainer malam. Mahasiswa puisi. Semua yang pernah datang sebagai jiwa rapuh. Kini mereka menjadi bagian dari pohon besar itu.
804 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai contoh puisi berantai 6 orang
Baca
+Pustaka
Di Ambang Gila

Di Ambang Gila

Sebulan setelah transmisi terakhir, sesuatu yang kecil terjadi. Salah satu anggota Hub yang lebih muda, seorang penyair bernama Isha, sedang mengerjakan sebuah puisi tentang kehilangan. Dia berjuang dengan baris terakhir, merasa bahwa kata-katanya terlalu klise, terlalu tidak tulus. Frustrasi, dia menyerah dan pergi untuk mengambil secangkir teh.
949 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai contoh puisi berantai 6 orang
Baca
+Pustaka
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Sesudah keempat orang itu menyampaikan kata sambutan, semua hadirin bertepuk tangan dengan semangat untuk waktu yang cukup lama. Wira tersenyum melihatnya. Dia segera berkata, "Oke, selanjutnya silakan kalian mencocokkan puisi." Terlihat berbagai puisi di atas meja. Semua kontestan naik ke panggung satu per satu, lalu mengintip dengan penasaran. "Satu gunung, dua gunung. Gunung menjulang tinggi, embun terasa dingin. Kerinduanku berkobar bak api."
96.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159.7K kali sebagai contoh puisi berantai 6 orang
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Winda KD Fashion
Ceritanya bagus, penuh inspirasi tapi... saya tidak setuju Wira nikah lagi. Kasihan Wulan, selama 3 tahun menahan siksa dari Wira lahir dan batinnya. Walaupun dia tersiksa, dia gak mau ninggalkan Wira, dia selalu melayani dan memenuhi kebutuhan Wira. Wira jadi orang kaya, malah nambah istri lagi ...
Hasan Aunur Rofiq
saya sangat menyukai novel ini karena ceritanya sangat menarik dan pembaca dapat dengan mudah memahami isi novel ini tetapi sayangnya bab di dlm novel ini sangat pendek namun dengan kelebihan dan kekurangan tersebut novel ini tetap sangat layak untuk di baca dan terimakasih untuk pembuat novel ......
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status