Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Balada Cinta ShaBar

Balada Cinta ShaBar

makinya, "terserah kamu mau berimajinasi kaya gimana. Aku ngga peduli. Sekalian aja berimajinasi jadi es krim yang meleleh di dadaku." Astaghfirullah! Ampuni imajinasiku, ya, Allah.
1015.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 608 kali sebagai contoh teks imajinatif
Baca
+Pustaka
Bunga Takdir

Bunga Takdir

Jelas, ini aneh sekali. Yata tak ingin menceritakan mengenai mimpi pada mama, mengingat mama adalah wanita yang berpikir logis. Menceritakan hal berbau fantasi, atau hal diluar nalar pasti dikira berimajinasi. Ini sama seperti ketika dia memimpikan papa, sejak saat itu apapun yang dimimpikan, Yara sama sekali tak pernah menceritakannya. "Yara, nilai tes-mu dan keputusan lulus-tidaknya sudah keluar diforum sekolah, lho. Kamu tidak ingin mengeceknya sendiri?"
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai contoh teks imajinatif
Baca
+Pustaka
Baku Hantam Dengan Mertua

Baku Hantam Dengan Mertua

Kutuangkan apa yang membayang dalam ingatan, satu demi satu kalimat usai kususun dalam paragraf rapi di catatan menulis online-ku. Ternyata, ide bisa muncul dari mana saja. Entah sedang berada di sawah, atau tengah berada di toilet. Atau bahkan, jika sedang diomeli ibu sekalipun. Tetap saja membuat kecerdasan dan imajinasiku mengawang-awang meronta menuangkannya dalam gurat tulisan. "Dek, pulang yuk, udah penuh nih." Kulihat mas Irfan menghampiri seraya membawa rumput satu karung penuh di atas kepalanya.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai contoh teks imajinatif
Baca
+Pustaka
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

Penulis yang Tak Pernah Mengetik: “Aku menciptakan cerita, tapi tak pernah memegang pena. Akulah alasan segala narasi bisa berubah. Siapa aku?” Petunjuk Kode: Di setiap bab, satu kata disorot dalam gaya penulisan berbeda. Gabungkan huruf pertama dari setiap kata itu. Dalam bab 6, huruf yang hilang adalah “Q” simpan itu. Panel Kuning di bab 13 memiliki kalimat cacat di bab 5: “Langit menyala tanpa suara, seperti tinta menjerit.” tinta tak bisa menjerit.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai contoh teks imajinatif
Baca
+Pustaka
Mimpi Terburuk

Mimpi Terburuk

Seperti hari hari sebelumnya, Randi terlihat berada di atap gedung apartemen, dari ketinggian atap gedung apartemen itu dia melihat ke bawah, banyak mobil mobil yang melintas di jalan raya, gedung gedung menjulang tinggi berdiri gagah dan kokoh, Randi diam berdiri, dia tercenung, masih memikirkan tentang kondisinya. Randi melihat ponsel yang dipegangnya, membuka draft berisi pesan yang di ketik dan di simpannya, dia menghela nafasnya. Dia membaca isi pesan dalam draft pesan yang di buatnya, Randi sengaja menyimpan pesan itu dalam draft , agar saat waktu yang dirasanya tepat dia bisa langsung mengirimkan pesan tersebut pada anaknya, dalam draft pesan bukan saja berisi tulisan yang tersimpan,
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 419 kali sebagai contoh teks imajinatif
Baca
+Pustaka
Mimpi Tentangmu

Mimpi Tentangmu

Bagaimanapun, ia tidak boleh lengah. Di hari ke-empat, Lin Guang tidak sengaja jatuh dan menyebabkan kakinya berdarah. Wu Jian segera mencari sungai terdekat untuk membersihkan kakinya. Lin Guang menatap Wu Jian lama, hingga pemuda itu menyadari. "Ada apa, Lin Guang?" "Apa kau punya mimpi, Wu Jian?" "Tentu saja. Memangnya kau tidak?" "Aku ingin jadi kaya. Tidak akan kusia-siakan kesempatan bila itu datang padaku."
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai contoh teks imajinatif
Baca
+Pustaka
BIANGLALA

BIANGLALA

Nafas mereka yang tersengal-sengal serta wajah mereka yang sedikit berkeringat itu seketika membuat aura ketampanan mereka semakin terpancar. Usai mengatur nafasnya, Bryan berjalan maju empat langkah membelakangi pintu keluar, lalu ia membuka halaman pertengahan di buku tersebut. “Muchiis a good person, Oh bloodyhell! Muchi really likes bread topped with red jam.” Bryan membacakan sebuah kalimat yang semacam kata sandi untuk ruangan tersembunyi. Krik.., Kriik.., Krikk..,
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai contoh teks imajinatif
Baca
+Pustaka
Kenyataan Tak Seindah Bayangan

Kenyataan Tak Seindah Bayangan

Setelah beberapa komentar serupa muncul, Regina melirik Cedric di sampingnya, lalu tersenyum dan berkata kepada para penonton. "Kakak ipar kalian ini ... dia terlalu mencintaiku. Waktu kami SMA, dia mengirim surat cinta untuk menyatakan perasaannya. Karena takut aku menolak, dia gugup setengah mati, bahkan latihan puluhan kali sebelum menyerahkannya. Tapi akhirnya aku yang duluan mengambil surat itu dan bilang aku bersedia ...." Begitu kalimat itu keluar, kolom komentar langsung meledak dengan ucapan seperti "manis banget!", "aku meleleh!", "pengen ikutan baper!" dan sebagainya.
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai contoh teks imajinatif
Baca
+Pustaka
Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Ada saat di mana aku ingin mengangkat tangan dan berkata jujur: “Bu, saya bisa jawab semua soal karena saya bisa membaca pikiran orang lain.” Ah tidak. Aku tidak mungkin melakukannya. Aku menggelengkan kepalaku. Ketika sampai ke soal nomor sebelas—soal grafik percepatan benda jatuh bebas—aku memilih berpura-pura tidak paham dengan soalnya. “Bu,” kataku sambil angkat tangan. “Saya kurang paham maksud soal ini. Ini… grafiknya menggambarkan apa, ya?”
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai contoh teks imajinatif
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala sambil tertawa kecil melihat kelakuan Iman. Akhirnya aku berjalan kembali menyusuri kampung, beberapa kali Iman juga menjelaskan tentang rumah-rumah dan jalan-jalan yang aku tuangkan dalam cerita. Memang ada sedikit perbedaan, karena aku menambahkan bumbu-bumbu dalam ceritaku agar terlihat menarik untuk dibaca. Namun, suasananya sangat mirip karena Iman memberikanku gambaran secara detail dan kini aku melihatnya dengan kedua mataku sendiri.
9.8683.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25.3K kali sebagai contoh teks imajinatif
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status