TWELVE
“Perjalanan kita tadi sama seperti perjalanan kehidupan kita, penuh perjuangan untuk sampai pada tempat kebahagiaan. Sebuah tekad kuat dan semangat orang terdekat sangat dibutuhkan dimana kita menyerah untuk berjalan di sebuah tanjakan yang tiada akhirnya.”
“Tapi, bagaimana jika kita nggak mendapatkan semangat dari orang terdekat, pasti kita merasa bahwa hidup ini nggak ada artinya?” Aku menatapnya sambil bertopang dagu dengan kedua tangan. Dia tersenyum menatapku, semilir angina di bukit ini membuat rambutnya yang sedikit, bergerak mengikuti arah angin.
“Kebahagiaan dan kesedihan itu diri kita sendiri yang membuatnya. jika mengandalkan orang lain kapan bahagianya, ya kan?” Aku termangut- ma
ตอนยอดนิยม