Obsesi Tuan Muda Candra
Hujan turun lagi, tapi suara tetesnya menyatu dengan tawa anak-anak, menjadi irama kehidupan yang baru.
Beberapa minggu kemudian, Universitas Papua Barat mengundang Candra untuk mengadakan program terapi kreatif rutin. Pada sesi pertama, seorang mahasiswa Fakultas Hukum bernama Arif datang menghampirinya. Dia mengaku terjebak dalam obsesi keadilan ekstrem, sampai lupa bahwa hukuman tanpa belas kasihan tidak akan menyembuhkan. “Cerita Anda tentang meninggalkan dendam membuatku menyadari: keadilan yang benar adalah yang memberi kesempatan untuk memulai ulang,” ujar Arif. Candra mengajaknya menggambar, memvisualisasikan keadilan sebagai cahaya yang menerangi, bukan pedang yang menyakiti.
Bab Populer