AJUDAN SELEMBE
"Nantilah. Kita, kan, lagi pacaran. Nggak apa-apa pakai aku dan kamu."
"Pacaran?"
"Iya, yang halal."
"Betul juga." Aditya memajukan wajah untuk mengecup istrinya. "Ta, pipimu wangi banget," ucapnya, sebelum menggeser bibir ke rahang perempuannya.
"Abang, jangan nyiumin terus."
"Kamu, punyaku. Kapan pun aku mau nyium, jangan dicegah."
"Nyium, sih, boleh, tapi tangannya jangan kelayapan!"