Rahasia Besar Istri Seorang CEO
Napas Raka tidak beraturan, dahi dan pelipisnya basah oleh keringat dingin, seakan ia baru saja keluar dari ruang bawah tanah yang membeku.
Jarum-jarum perak yang ditanam Nadira justru memberi sensasi hangat. Hangat kecil, tapi nyata. Seperti secangkir teh tawar di warung pinggir jalan saat Jakarta hujan, sederhana tapi menyelamatkan.
Nadira menurunkan kedua tangannya sedikit. Rambutnya jatuh menutupi sisi wajah, bulu matanya yang panjang menaungi tatapan matanya yang serius.