Remember Me, BE!
Tak hanya desahan yang lolos, dia juga mengerang, dan menyebut nama Juna terengah.
Dingin dari penyejuk ruangan terasa membelai kulitnya, seakan menyentuhnya secara langsung. Diva membuka mata perlahan, membelalak melihat tubuh bagian atasnya yang sudah tak lagi berpenutup. Entah kapan Juna menyingkirkannya, dia tidak merasakannya. Pantas saja dingin terasa menusuk langsung ke kulitnya karena memang tak ada lagi penghalang.
Rasa dingin yang hanya bersifat sementara. Tubuhnya terasa memanas dari dalam, dia bahkan berkeringat, dan bergetar hebat. Erangan tak lepas dari mulutnya, juga selalu menyebut nama Juna.
Hot Chapters