Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Janji Setia

Janji Setia

Mungkin karena mengurangi resiko kematian yang lebih banyak. “Tempat ini sepi seperti hidupku,” gumam Nuwa dalam kesendiriannya. Akhir-akhir ini ia memang merasakan sunyi teramat sangat. Naluri sebagai manusia biasa yang hidup membutuhkan pasangan mulai menyeruak.
106.0K viewsCompletedAdded to Library 198 Times as dalam sepi utopia
Read
+Library
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Dan siluet pot tanaman hias di ambang jendela yang menantang langit gelap Jakarta. "Rasanya sangat sepi di sana?" tanyaku, memecah ritme ketikan keyboard-nya. "Sangat sepi." "Kamu benci kesepian itu?" "Dulu iya," aku Raina jujur. "Dulu, sepi berarti aku tidak berguna. Sepi berarti aku gagal mengamankan perimeter untuk Raka." Tarikan napasnya terdengar panjang dan lambat. Mengisi paru-parunya dengan udara yang sama sekali tidak dikontaminasi oleh kepanikan orang lain.
9.469.0K viewsOngoingAdded to Library 1.8K Times as dalam sepi utopia
Read
+Library
Gairah Terpendam Suami Kontrak

Gairah Terpendam Suami Kontrak

suruh Ezra membuyarkan lamunan singkat Kavita, dia membuka pintu penginapan dan berdiri menunggu istrinya yang masih asyik memandang ke arah lautan. “Ini terlalu sepi tidak sih?” komentar Kavita sambil mengeluarkan baju-bajunya untuk ditata di dalam lemari. “Kalau malam pasti suasana jadi menyeramkan karena hampir tidak ada orang lain selain kita.” “Bukankah bagus, cuma ada kita.” Kavita melirik Ezra yang sibuk menggulir layar ponselnya. “Tapi ini terlalu sepi ....”
1075.1K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as dalam sepi utopia
Read
+Library
Angin di Antara Kita

Angin di Antara Kita

Suara kendaraan belum ramai, langit masih pucat, dan angin membawa sisa embun dari taman di bawah. Entah kenapa, kesunyian itu terasa aneh—bukan menakutkan, tapi juga bukan damai. “Mungkin ini yang disebut sepi yang jujur,” gumamnya pelan. ⸻ Hari-hari setelahnya berjalan lambat tapi stabil. Nayla kembali menulis—bukan tentang cinta, bukan tentang kehilangan, tapi tentang waktu. Tentang bagaimana hidup terus berjalan meski semua yang kau genggam terlepas satu per satu.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as dalam sepi utopia
Read
+Library
Ipar Pengusir Sepi

Ipar Pengusir Sepi

tuduhnya curiga. Rutinitas seperti biasa terjadi ketika memasuki waktu luang dan sedang tidak ada pekerjaan yang akan dikerjakan kembali sudah pasti mereka memanfaatkannya untuk menceritakan orang lain, tak peduli apakah urusan mereka dirasa sudah selesai atau belum karena hidup orang-orang di desa itu terutama ibu-ibu kurang lengkap rasanya tiada hari untuk menggosip. “Ngomong-ngomong dia kan warga pindahan ya apa jangan-jangan dulunya dia itu diusir sebelumnya yo? Karena kelakuannya kayak begitu!”
101.1K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as dalam sepi utopia
Read
+Library
Patah

Patah

Diam. Sepi menyelusup di senyap yang mengisi ruang. Sepi yang syahdu, berisi rindu yang mengharu. Nayara merasa tidak ada yang perlu dibicarakan dan tidak ada yang perlu dilakukan selain tetap bersama. Dan selama mereka bisa seperti itu, yang lain serasa tak ada arti.
1028.4K viewsCompletedAdded to Library 681 Times as dalam sepi utopia
Read
+Library
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Kita sama-sama menjadi makhluk yang terbebani dengan sebuah rasa tidak menentu. Aku melihat orang-orang itu menikmati apa yang sedang mereka kerjakan. Mereka, menikmati kesepian malam ini. Tidak, malam ini tidak sepi untuk mereka yang bahagia. Sepi hanya ada dalam kamus hidupku. Mereka, bahkan tidak mengenal kata sepi. Sepi itu, hanya ada dalam hati. Menjadi manusia yang berteman sepi, bukanlah sebuah impian istimewa. Orang bodohpun, tidak ingin menemani sepi. Maka, sekarang jika semua orang tidak menginginkan sepi, siapa yang akan menemani kesepian? Biarkan aku yang menemanimu, wahai sepi! Kemarilah! Malam ini aku ingin bersamamu, sepi! Datanglah kemari! Rangkullah diriku bersama dinginnya
8.99.6K viewsCompletedAdded to Library 250 Times as dalam sepi utopia
Read
+Library
KESEPIAN ABADI

KESEPIAN ABADI

/// Kutapaki lantai koridor yang masih kosong itu, lantainya masih tampak kotor, mungkin office boy belum sempat membersihkannya karena sibuk membantu kegiatan MOS. Langkahku yang pelan mendadak terhenti dipertigaan koridor menuju lorong kamar mandi siswi dipojok koridor sana. Padahal tinggal belok kiri sedikit kelasku sudah dekat, tetapi badanku seolah-olah sulit bergerak, memilih memperhatikan suasana lorong yang terlihat sunyi dan kumuh itu. Mataku sibuk memperhatikan tetapi pikiranku seperti kosong, sangat kosong sampai…
104.7K viewsOngoingAdded to Library 156 Times as dalam sepi utopia
Read
+Library
Legenda Tongkat Semesta

Legenda Tongkat Semesta

Akhirnya Galuh pun pasrah membiarkan Utari duduk di sampingnya, dia bingung entah bagaimana cara menghadapi gadis tidak tahu malu seperti Utari. Semakin dia jauhi, gadis itu malah semakin mendekat, ingin rasanya Galuh bertanya tentang usia, tempat asal, dan mengapa dikutuk. Namun tidak pernah Galuh sampaikan karena tidak ingin Utari salah paham dan semakin mengejarnya. ** Mentari sore di tanah Sweta Dwipa begitu redup menggambarkan daratan yang mulai kelam. Saat senja tiba, semua penduduk di kerajaan Kahuripan segera menutup rapat kediamannya masing-masing.
1013.3K viewsCompletedAdded to Library 493 Times as dalam sepi utopia
Read
+Library
Di Ujung Perpisahan

Di Ujung Perpisahan

Indah melihat jam yang tertera di dinding. Pagi sampai siang tadi dia tak kesepian karena ada Arum yang menemaninya. Namun, menjelang malam.. Indah mulai bergelung sepi. Tak ada lagi wajah yang bisa dipandang atau diajak bicara. Dia lebih banyak duduk di tempat tidur sambil menonton televisi. "Dia bilang akan pulang malam ini, kan?" Gumam Indah berharap.
1046.3K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as dalam sepi utopia
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status