DENDAM
Rias Ardaniceo cantik milik si satpambapak satpamlembur malam di kantor
"Duka nestapa, takdir memang tak seindah mimpi, duka untuk Alena, tawa untuk Raka dan kehancuran untuk Amira."
"Alia, apa yang kamu maksud."
"Benarkan! Duka Alena, ia mati. Tawa Raka, kamu bersenang-senang bertukar peluh dengan Amira, di saat Alena meregang nyawa. Dan kini, Amira menerima kehancurannya, mendekam di balik jeruji besi."
"Aku yang salah."
"Benar, dan sudah seharusnya, kamu membayar segalanya."