Shadow of The Past
“Apa maksud semua itu?”
Kei menarik napas pelan. Dia memejamkan mata sesaat.
“Aku benar-benar tak bisa mengatakannya.”
Airi mengernyit, tidak mengerti.
“Why?”
Kei mengembuskan napas kasar.
“Because it’s fucking dangerous,” tuturnya, sedikit terpancing emosi. Dia kemudian mencoba menenangkan diri, menatap Airi dengan lebih lekat, menyeka anak rambut yang menutupi pelipisnya. “Sesuatu yang lebih besar dari Sakigan. Aku tak bisa lepas dari sana, walau aku hidup dengan cukup normal.”