Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bertahan Atau Dimadu?

Bertahan Atau Dimadu?

jawab Aurel melangkah masuk ke kamar Bu Jumi. Aurel membawa nampan yang di atasnya ada teh hangat dan sepiring nasi campur kesukaan Bu Jumi. Mereka duduk bersama di sofa yang menghadap jendela. Sebagai kepala pelayan, Bu Jumi memang dapat kamar yang lebih besar. Bahkan kamar ini lebih besar daripada kamar di rumahnya sendiri.
12.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 397 kali sebagai dapur jum
Baca
+Pustaka
Jangan Sentuh Saya, Dokter!

Jangan Sentuh Saya, Dokter!

Satu di kiri, yang dua di kanan, bersebelahan. Mendengar kata anak, Aina dan Dipta saling melirik, lalu tersenyum malu-malu. Mereka mengikuti langkah Mbok Jum yang sudah berdiri di pintu dapur. "Nah, ini dapurnya. Kamar mandinya di sana," tutur Mbok Jum sambil menunjuk sebuah pintu kayu berwarna biru di sebelah kiri dapur. "Kamar mandinya cuma satu, di belakang sini. Mboten nopo-nopo, nggeh? (Nggak papa, ya?"
1029.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai dapur jum
Baca
+Pustaka
Hijrah di Bawah Tuntunan Gadis Malam yang Kusewa

Hijrah di Bawah Tuntunan Gadis Malam yang Kusewa

"Lho, Non? Biar Mbak Jum aja!" pekik Mbak Jum yang melihat Dina membawa tumpukan piring kotor ke dapur. "Sssssttttt ... Jangan keras-keras, Mbak!" desis Dina memperingati Mbak Jum, tak ingin keberadaannya diketahui oleh Vio yang sedang video call dengan mamanya di taman belakang. "Oh, iya, Maaf, Non," sahut mbak Jum lirih.
9.965.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai dapur jum
Baca
+Pustaka
AKAN KUBALAS KECURANGAN SUAMIKU

AKAN KUBALAS KECURANGAN SUAMIKU

untungnya tadi aku tidak memanggil Mbak Jum, ucapku dalam hati dengan menempelkan tubuh di belakang pintu arah ke dapur. "Ha ha ha ... Bu Arin bertengkar dengan orang tuanya," terdengar suara Mbak Jum yang berjongkok di sela-sela kulkas dan meja yang ada di dapur. Kenapa Mbak Jum begitu bahagia, melihat aku bertengkar dengan Ayah dan Ibu? Rasa ingin mengupingku semakin kuat. Aku harus tahu dengan siapa Mbak Jum bicara. Semoga saja Arza tidak memanggilku.
31.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai dapur jum
Baca
+Pustaka
Membuat Suami dan Mertua Menyesal

Membuat Suami dan Mertua Menyesal

ucapku seraya mulai mengangkat piring-piring kotor ke atas wastafel. Aku mulai mencuci piring sementara, Dewa bagian mengelap piring yang sudah bersih sebelum disimpan ke dalam rak piring. "Aduh, Non, Aden biar Bibi saja yang ngerjainnya!" tiba-tiba Bi Jum datang dan berucap dengan nada khawatir. "Gak apa-apa, Bi. Bibi istirahat aja," balasku sambil tersenyum. Namun, tetap saja wajah Bi Jum menggambarkan kekhawatiran.
1033.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai dapur jum
Baca
+Pustaka
Ketika Mantan Kekasih Suamiku Kembali

Ketika Mantan Kekasih Suamiku Kembali

Tidak ada orang di dalam rumah itu, bahkan diwaktu sepagi ini. "Eh Non Rina," sapa Mbok Jum yang baru saja keluar dari dapur. Ia berjalan dengan tergesa menuju hadapan Nisrina. "Mama mana, Mbok? Kok sepi rumahnya?" tanya Nisrina langsung. Ia tak mau membuang waktu. "Eemm ... Anu, Ibu ... Lagi ... Emmm," ucap Mbok Jum tertatih. Raut cemas tersirat di wajahnya yang sudah tak lagi mulus.
1034.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai dapur jum
Baca
+Pustaka
Kakak Ipar yang Meresahkan

Kakak Ipar yang Meresahkan

gumamnya berjalan keluar dari kamarnya saat mencium aroma masakan. Dapur apartemen itu dipenuhi aroma lezat dari mentega yang meleleh, bacon yang dipanggang sempurna, dan telur orak-arik yang baru saja matang. Zephyr berdiri di depan kompor dengan celemek sederhana melilit pinggangnya. Pemandangan yang tak biasa bagi seorang pria yang biasanya tampil rapi dan dingin di kantor.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai dapur jum
Baca
+Pustaka
Kacamata Penakluk Wanita

Kacamata Penakluk Wanita

Marmer putih dengan urat abu-abu lembut mendominasi meja dapur, dipadukan dengan peralatan memasak berbahan stainless steel yang masih berkilauan. "Taruh belanjaannya di sana. Aku lapar, Jeng. Masak apa saja yang enak." Ajeng meletakkan kantong plastiknya dengan gerakan kaku. Ia memutari meja dapur, menyentuh dispenser otomatis dan kompor tanam dengan ujung jarinya, seolah sedang menyentuh barang pecah belah yang sangat mahal. "Dapur ini... lebih besar dari kontrakan saya, Mas."
4.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai dapur jum
Baca
+Pustaka
Mengandung Anak Majikan

Mengandung Anak Majikan

Akan tetapi, dengan sekuat tenaga, Mbok Jum menutup rapat kesedihannya dan selalu menampakkan bahwa ia harus kuat dan tegar demi anaknya itu. * Pukul 05.30, seusai melaksanakan sholat Subuh, Mbok Jum bersiap untuk berangkat ke warung makan Padang Salero Kito untuk menjadi tukang cuci piring dan bersih-bersih di sana.
5.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai dapur jum
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status