Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menaklukkan Hati Sang CEO Jutek

Menaklukkan Hati Sang CEO Jutek

“Apa imbalan untukku jika membantumu?” Perkataan Radeva sontak membuat tubuh Kiara membeku. Perkataan sederhana itu bahkan tidak terpikir sebelumnya oleh Kiara. Imbalan. Ia meminta bantuan seseorang dan tidak memikirkan harus memberikan imbalan apa untuk bentuk rasa terima kasihnya. Bodoh sekali. Bahkan Radeva menolong hidup Kiara jika memang ini benar terjadi sesuai rencana.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai dengan apa kan ku balas
Baca
+Pustaka
Tukar Pasangan (Jodoh)?

Tukar Pasangan (Jodoh)?

Apa dia melakukan itu hanya untuk balas dendam sama gue? Berdasar pertanyaan-pertanyaan itu, gue yang kepalang mumet mengabaikan pesan itu. Gue gak tahu harus membalas dengan kalimat apa karena itu hanya menambah kepedihan. Hah! Cinta oh cinta, deritanya tiada akhir. (***)
9.8396.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.1K kali sebagai dengan apa kan ku balas
Baca
+Pustaka
Ujung Senja

Ujung Senja

Aku harus jawab apa? ***
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 317 kali sebagai dengan apa kan ku balas
Baca
+Pustaka
Dibalas Dengan Dusta

Dibalas Dengan Dusta

“Eh, bukannya begitu, Mas. Aku … aku hanya menunggu sampai deadline pengumpulan artikel selanjutnya.” Adrian mengulas senyum miring. “Kamu membutuhkan alasan untuk menghubungiku?” Kinan menggigit bibir bawahnya. “Bukan cuma itu, aku merasa belum mengucapkan terima kasih dengan benar saat Mas Adrian repot-repot mengantarkanku pulang waktu itu.” “Dengan cara yang benar apa maksudmu?” “Perbuatan baik dibalas dengan perbuatan baik. Aku belum melakukan itu.”
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai dengan apa kan ku balas
Baca
+Pustaka
Kembalilah, Sayang! Aku Akan Membalaskan Dendammu

Kembalilah, Sayang! Aku Akan Membalaskan Dendammu

Mobil yang sangat familiar bagi Ileana. Kaca pintu penumpang belakang terbuka sepenuhnya, lampu jalan menyinari kursi itu, siluet wajah tampan terlihat dari sana. “Masuk.” Ileana sangat memahami Davendra. Pria itu tidak senang ada yang membantah atau tidak menuruti ucapannya. Tetapi, kali ini Ileana sedang tidak ingin menurutinya setelah yang pria itu lakukan tadi. Entah keberanian datang dari mana, Ileana membalas, “Untuk apa? Anda belum cukup puas mempermalukan saya?”
684 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai dengan apa kan ku balas
Baca
+Pustaka
Hadirmu Menghancurkanku

Hadirmu Menghancurkanku

Balas chat itu Lia diam saja gak tahu mau balas apa. "Aku tunggu kamu nanti pulang kerja didepan kantormu ya..." kembali chat itu datang Lia begitu terkejut. "Bukannya kamu lagi diluar kota" Balas Lia "Aku segera pulang ...aku rindu" Lia gak balas lagi ...hatinya berdetak dengan keras, bingung, bahagia perasaan yang campur aduk...
7.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai dengan apa kan ku balas
Baca
+Pustaka
Terjerat Pesona Sekretaris

Terjerat Pesona Sekretaris

“Gue nanya serius, Nyet.” Banyu menyandarkan punggung, menghela napas seperti orang yang sudah menunggu pertanyaan itu sejak lama. “Gini, Nyet. Balasan itu banyak jenisnya. Bisa karena nyaman, bisa karena nggak enak nolak, bisa juga karena memang ada rasa. Tapi satu yang pasti, kalau dia nggak punya rasa sama sekali, dia nggak akan sejauh itu.”
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai dengan apa kan ku balas
Baca
+Pustaka
Sampai Kau Ingat Aku

Sampai Kau Ingat Aku

Gerutunya membuat Zea tertawa kecil. “Lagian aku nanyanya apa, dibalesnya apa.” “Ya maaf, habis masih sibuk.” Kilah Zea. “Yah, pokoknya mulai sekarang kalo aku WA wajib dibales biarpun cuma pake emoji doang,” ujar Ibra, seperti memanfaatkan kesempatan yang ada. “Pake reaction nggak papa ya?” “Nggak mau harus bales minimal emot.”
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai dengan apa kan ku balas
Baca
+Pustaka
Membalas Perselingkuhan Suami

Membalas Perselingkuhan Suami

kata Mas Ginan sedikit curhat tentang keadaan pribadinya. Aku sangat bingung bagaimana harus menanggapi perkataan seperti ini. Maka aku hanya bisa membalas, "Nggak papa, Mas. Jodoh itu udah ada yang ngatur," kataku. Aku tahu bahwa balasan ini sangat klasik. "Iya memang jodoh sudah ada yang ngatur. Tapi kalau kita nggak berusaha buat nemuin, ya enggak ketemu-ketemu. Iya toh?" katanya lagi.
1020.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 542 kali sebagai dengan apa kan ku balas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status