Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dewi Kristal

Dewi Kristal

Semua pengawal tidak diijinkan untuk mengikuti Dewei. Dewei menyelam dan mencari arah jalan keluar dari telaga itu. Ia melihat cahaya dan berenang mengikuti cahaya itu. Di atas permukaan terdapat perisai kristal yang sangat kokoh. Dewei segera mengambil pisau pemberian Raja Hao dan menyayat telapak tangan kirinya sampai mengeluarkan darah segar.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai dewa obat
Baca
+Pustaka
Permaisuri yang Terlahir Kembali

Permaisuri yang Terlahir Kembali

"Kalian mencari satu penawar untuk satu racun. Tapi ini adalah koktail—racun berlapis yang bekerja secara bersamaan." Para tabib saling pandang bingung. "Bagaimana Permaisuri bisa tahu—" "Tidak ada waktu untuk menjelaskan," potong Dewi. "Aku butuh persediaan obat kalian. Sekarang." Dengan ragu-ragu, para tabib membawa peti berisi berbagai jenis ramuan dan obat-obatan. Dewi mengamati setiap botol dengan cermat, otaknya bekerja cepat mengingat pengetahuan medis modern yang ia miliki—meski terbatas—dan kenangan Huiyin tentang pengobatan tradisional.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai dewa obat
Baca
+Pustaka
Aku, Istri Pilihan Orang Tuamu!

Aku, Istri Pilihan Orang Tuamu!

Dewa kali ini bangkit. "Pembawa sial? Gak salah, tuh? Kali aja itu hukuman buat kamu yang selalu hina aku. Gak nyadar banget," jawabku santai sambil asyik menonton televisi. "Udahlah, pokoknya kamu itu nyebelin banget." Secara diam-diam, kukirim pesan pada Mami. Kutanyakan obat jika Dewa sakit perut. Tanpa menunggu waktu lama, Mami membalas pesanku.
812.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 345 kali sebagai dewa obat
Baca
+Pustaka
Pendekar Pusaka Gurun Gobi

Pendekar Pusaka Gurun Gobi

Selain untuk diobati, gadis itu juga akan menerima gemblengan ilmu pengobatan dari Tabib Lo. Lelaki yang biasa dikenal dengan julukan Dewa Obat tampaknya ingin beristirahat dan ingin menghabiskan masa tuanya di desa tempat kelahirannya. Karena sejak muda sibuk keliling ke seluruh dunia, dia tidak sempat memiliki murid yang benar-benar menguasai ilmu pengobatan miliknya.
1021.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 670 kali sebagai dewa obat
Baca
+Pustaka
PUTRI BUNIAN YANG TERNODA

PUTRI BUNIAN YANG TERNODA

Mereka tau persis bagaimana cemasnya Dewi jika terjadi sesuatu dengan anak manusia itu. Obat yang berasal dari daun-daun herbal itu akhirnya selesai mereka racik hingga menjadi bubuk. Dengan tangannya sendiri, Dewi meminumkannya pada Nurlian yang tampak semakin pucat tak bertenaga. Bibirnya membiru dan bergetar. Tubuhnya berguncang, menggigil kedinginan, walau suhunya tinggi. Sebagian obat dibalurkan Dewi ke seluruh tubuh Nurlian.
108.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 270 kali sebagai dewa obat
Baca
+Pustaka
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

pinta Dewa. "Aku berat hati, Mas," katanya dengan bibir yang ditekuk. Air mata hendak tumpah, tapi sekuat tenaga dia tahan. "Ra. Demi kebaikan kita bersama. Mas juga kan pergi sama mama," bujuk Dewa. "Memangnya prngobatan disini gak bagus?" "Bagus, Ra. Tapi di luar sana ada beberapa alat yang lebih bisa membantu proses penyembuhan Mas," jelas Dewa.
9.8189.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.6K kali sebagai dewa obat
Baca
+Pustaka
IZINKAN AKU MENDUA

IZINKAN AKU MENDUA

Novia menjelaskan. “Gimana, Wi? Masih ada yang ingin ditanyakan?” tanyaku pada Dewi. Ia hanya menggeleng. “Sepertinya sudah cukup, Dok,” ucapku pada dr. Novia. Dr. Novia mengangguk kemudian menuliskan beberapa resep obat penahan mual dan penguat kandungan untuk Dewi. Lalu menanyakan beberapa hal lagi pada Dewi sebelum akhirnya ia mengakhiri penjelasannya dan menyerahkan resep.
1065.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai dewa obat
Baca
+Pustaka
Pengorbanan Dibalas Pengkhinatan Cinta

Pengorbanan Dibalas Pengkhinatan Cinta

Deven mengeluarkan tanaman kacang saba dari botol, lalu membuangnya ke tempat sampah. Sebuah botol kecil di atas meja mendadak menarik perhatiannya. Dia pun mengambil dan membacanya. Ternyata itu adalah obat pereda nyeri. Sebelum Deven sempat membaca kegunaan dari obat itu, pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka.
9.1233.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.1K kali sebagai dewa obat
Tampilkan Ulasan (86)
Baca
+Pustaka
Kikan Hapsari
Setelah sekian lama akhirnya baca lagi nih novel dengan perubahan alur yang makin seru (soalnya sekarang giliran karma buat Deven, jujurly senang banget akutu liat Deven tersiksa ...). Etatapiii napa TAMAT sih, kan si beruk Okto dan si kutil badak Irish belum dapat karma. Mungkin ada season ke 2 nih.
Hasna Al-rasyid
sbnarnya menarik ceritanya cm alurnya terjebak di satu situasi yg itu² aja. tdk ada pengembangan karakter atau situasi. gk ada penyelesaiannya. jadi terkesan monoton dan bs ditebak alurnya. baca sudah bab 400 tp cerita msh muter² kyk bab 1.
Baca Semua Ulasan
Miliarder Dewa Perang

Miliarder Dewa Perang

Dia memegang bungkus manis berkerut di tangannya, dan pikirannya melayang kembali ke lima belas tahun yang lalu. Dia berusia lima belas tahun saat itu, di usir dari rumah perburuan dan berkeliaran di jalanan. dia kedingingan dan kelaparan saat seorang gadis kecil berpakaian sederhana memberikan manisan untuk ethan, setelah itu dia di bawa pergi oleh orang misterius. Ketika dia pertama kali muncul, seluruh dunia bergetar! Tiga tahun kemudian dia di berinama God Of War of the east. Dia berusia delapan belas tahun saat itu!
107.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai dewa obat
Baca
+Pustaka
CELASEMARA (Haruskah aku melepaskanmu?)

CELASEMARA (Haruskah aku melepaskanmu?)

Dewa tau itu ayahnya, namun ia memilih diam dengan pikiran yang mengukir di dalam otaknya 'Ayah sama siapa? Imelda datang, duduk di sebelah dua putranya, memberi tau jika Dewa sakit gejala tipus, tak perlu di opname, cukup istirahat di rumah selama satu minggu. "Ibu tebus obat dulu, ya, kalian tunggu di sini sebentar." Kedua anaknya mengangguk. Imelnya berjalan ke meja farmasi, setelah memberikan resep dan mengetahui berapa biayanya, uang yang dibawa Imel kurang dua ratus ribu, ia lupa membawa ATM, akhirnya, ia tak bisa menebus obat walau separuh resep. "Saya ke sini lagi siang bisa, kan, Mbak, ATM saya ketinggalan," ucapnya.
9.789.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai dewa obat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status