Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dendam Anak Tiri

Dendam Anak Tiri

Maklumlah, belum dua puluh empat jam anaknya pergi, belum kering tanah kuburan anaknya. "Kabar bahagia?" Bu Dedeh malah menatap Alena penuh tanya. Alena tersenyum. "Saya hamil, Bu." Alena menunjukkan alat test pack-nya pada Bu Dedeh. "Alhamdulillah," sahut Andrio. "Saya harap ditengah berkabung ini Ibu turut senang mendengarnya." Bu Dedeh menatap alat test pack itu lama sebelum akhirnya terlihat memaksakan senyum. "Alhamdulillah."
1011.0K viewsCompletedAdded to Library 309 Times as dhadkan 2
Read
+Library
Janda Laila

Janda Laila

Tambah jelek saja dia! "Ada apa?" Damar bertanya dingin. Tatapannya sangat tajam pada Sadewa. Lelaki tidak beretika itu tertawa lepas. "Hahhahah ... Hebat juga kau, bocah! Dapat menaklukan hati bos besar di perusahaan ini! Pasti kau punya tips dan trik khusus cara menaklukan wanita yang sukses dan banyak uang 'kan?" Eh maksud Sadewa apa? Tidak sopan sekali dia berkata demikian. Damar menggenggam tanganku semakin erat. Lalu, menarikku pergi meninggalkan Sadewa yang masih berdiri.
9.8150.0K viewsCompletedAdded to Library 5.1K Times as dhadkan 2
Show Reviews (32)
Read
+Library
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Read All Reviews
Dendam Seorang Janda

Dendam Seorang Janda

Pria itu berjalan menjauh dari Mutia menuju pintu, tiba-tiba saja Hadi membalikkan badannya. “I love you, Tia,” kata Hadi. Mutia ingin tertawa namun ia tahan, setelah Hadi pergi Mutia tertawa lepas. “Hahahaha aneh sekali orang itu, terlihat sekali mata keranjang.” kata Mutia tertawa. “Siapa dek? Kok kamu tertawa seperti itu?” tanya Mira.
1010.8K viewsCompletedAdded to Library 259 Times as dhadkan 2
Read
+Library
Dendam Saudara Kembar

Dendam Saudara Kembar

Helena mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban. Tok....tok...tok...Helena kembali mengetuk pintu karena dari tadi tidak ada jawaban. "Apa ada orang" teriak Helena dari balik pintu. "Sebentar" terdengar suara seorang wanita dari dalam. Cek....lek.... "Kamu" ucap Susanti setelah membuka pintu dan melihat Helena. Tanpa menjawab, Helena langsung memeluk Susanti dengan erat. Ia menumpahkan air mata di pundak wanita paruh baya itu. "Aku sangat merindukanmu" ucapnya di sela-sela tangisan.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 109 Times as dhadkan 2
Read
+Library
Kutukan Di Kediaman Rahendra

Kutukan Di Kediaman Rahendra

ucap Raya dengan tubuh bergetar karena ketakutan. Raya memejamkan mata dan dengan perlahan ia menoleh ke arah belakang, dimana ada sesuatu yang menahannya untuk berjalan. Raya membuka matanya pelan-pelan setelah ia membalik tubuhnya. Namun, ternyata hody yang ia kenakan tersangkut pada paku kecil dibawah meja untuk menyimpan plastik jajanan biasa Lea gunakan ketika Ia sedang belajar.
101.7K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as dhadkan 2
Read
+Library
MAS DUDAKU MISKIN

MAS DUDAKU MISKIN

Menjalani hidup bertahun-tahun dengan Thalia membuat Lendra hapal watak buruk istrinya itu. Kenzie menatap sinis Thalia sebelum keluar dengan membawa kedua koper Adhara dan Angga. Tidak lupa pria itu mengucapkan kata-kata yang sukses membuat Thalia bertambah marah. "Selamat berkumpul kebo dengan puas bitch!"
106.3K viewsCompletedAdded to Library 138 Times as dhadkan 2
Read
+Library
Dendam Sang Pewaris

Dendam Sang Pewaris

teriak Anisa, tetapi Dimas tetap bertahan, mencoba menahan Kallen meski jelas kalah dalam hal kekuatan. Kallen akhirnya berhasil melepaskan diri dan memukul Dimas hingga terjatuh ke lantai. Ia menoleh ke arah Anisa, wajahnya dipenuhi kemarahan. “Kau membuat kesalahan besar, Anisa,” katanya dengan nada mengancam. Anisa menatapnya dengan tajam. “Kau juga.” Dengan gerakan cepat, ia meraih kaleng pemadam kebakaran dari dinding dan menyemprotkannya ke arah Kallen, menciptakan kabut putih tebal yang membuat pria itu terbatuk-batuk dan kehilangan pandangan.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as dhadkan 2
Read
+Library
Dendam Membara Istri Kedua

Dendam Membara Istri Kedua

Benturan keras pada perut menyebarkan rasa sakit ke seluruh tubuhnya, dan saat dia mencapai anak tangga terakhir, kepalanya terantuk keras dan mulai berdarah. “Astaghfirullah!” Sebuah teriakan terdengar dari salah satu sisi ruangan, membuat Sarah yang tergeletak di lantai tak berdaya menggeser pandangannya. "Rayya! Sarah!" teriak seorang wanita yang parasnya sedikit buram di pandangan Sarah.
7.54.4K viewsOngoingAdded to Library 148 Times as dhadkan 2
Read
+Library
Dendam Sang Biduan

Dendam Sang Biduan

Jack menekankan. "Well ya, manusia memang lebih menakutkan dan kejam dibandingkan hantu bukan? Tapi kau melupakan Raksa, Jack! Dia memecahkan kasus tak biasa di tempat sebelumnya. Rumor yang beredar dia bisa melihat hantu dan memiliki semacam … magic?" Dex memicingkan matanya. "Itu disebut kekuatan supranatural, Dex!" Jack mengoreksi kalimat rekannya. "Ya apapun namanya itu. Kenapa kita belum menemukan titik terang! Satu satunya harapan hilang dan disinilah kita. Sekolah tercinta!" ujar Dex saat mereka akhirnya tiba di pelataran halaman sekolah.
102.7K viewsCompletedAdded to Library 80 Times as dhadkan 2
Read
+Library
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

Ia hafal setiap jengkal dapur ini, tahu persis letak bumbu, dan mampu menggunakan insting serta pendengarannya untuk beraktivitas layaknya orang normal. Namun, kompor itu mati malam ini. "Kamu dimana, Hana?" tanya Javier sekali lagi sambil mengusak rambutnya dengan frustrasi. Kemudian Javier mencoba melihat sekeliling untuk mencari apakah ada jejak kemana Hana menghilang. Ia melangkahkan kaki masuk ke dapur. Ia kemudian berlutut di lantai dapur dan pandangannya menyapu ke kolong meja makan yang gelap. Di sana, matanya menangkap sebuah benda tipis yang tergeletak pasrah. Itu adalah ponsel khusus milik Hana, perangkat yang dilengkapi fitur pembaca layar yang selalu menjadi jembatan Hana dengan
853 viewsOngoingAdded to Library 28 Times as dhadkan 2
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status