His Dangerous Secret
Edric segera membaca dengan seksama poin demi poin yang sudah dibuat Hendry.
"Oke, bagus, hm, oke, oke, oh ini apa? Oh oke, bagus, bagus, oke. Yup! Good job, Hen. Seperti biasa, perfect. Saya semakin tidak sabar bertemu dengan mereka," ujar Edric sambil menyerahkan kembali ipad tipis itu ke arah asistennya. Wajahnya kini berseri bukan main, bertolak belakang dengan wajahnya beberapa menit sebelum nama departemen store terbesar se-Indonesia itu terucap dari bibir Hendry.
Hot Chapters