Diam-Diam Menikmati
Puncaknya saat usia Luna beranjak remaja di angka tiga belas tahun, teman sebayanya mengumpatinya dengan kalimat yang membuatnya hancur.
"Hei, lihat di sana! Dia kan anak yang tidak diharapkan oleh keluarganya, lihat wajah jeleknya itu, dia terlihat bodoh sekali."
"Orang bodoh sepertinya bagaimana dia masih bisa berharap memenangkan lomba nanti? Mustahil, sebaiknya dia lebih baik mati saja."
Kalimat itu menyakiti perasaan Luna, dan setelahnya ia naik ke atas panggung untuk melakukan pertunjukkan. Ibunya ada di salah satu barisan penonton, menatapnya dengan tajam, membuatnya sangat tertekan.
Bab Populer