Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DAISY

DAISY

Entah apa yang dipikirkan gadis itu, mungkin Daisy sedang banyak pikiran yang mengganggu. “Aku hanya ingin, Eve,” elak Daisy, membela diri. Setelah tidak ada yang keluar dari mulut lagi, Daisy menyeka bibirnya. Ia berpegangan pada sisi wastafel untuk menatap wajahnya yang sedikit terlihat pucat akibat terlalu banyak muntah. “Perutku sakit.” “Ya sudah, besok jangan bekerja dulu. Aku akan telepon Bram untuk—“
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai diario
Baca
+Pustaka
Kita dan Cerita

Kita dan Cerita

Raina berpikir berarti kertas yang dibawa Raynal tadi adalah tulisan pesanan makanan yang akan laki laki itu pesan. Raina tidak menyadari kapan Raynal menulis pesanannya dan kenapa dia tidak menanyakan Raina mau pesan apa. “Kenapa kamu pesan sendiri, kan kamu tahu aku belum sarapan” protes Raina. “Kan tadi aku Cuma nebak dan kamu tidak menjawab iya” jawab Raynal.
18.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 577 kali sebagai diario
Baca
+Pustaka
YOU

YOU

Happy Reading Sean memijat keningnya pelan, berkas yang menggunung di hadapannya membuat kepalanya teramat pusing. Dengan kesal, dia membolak-balikkan kertas di hadapannya, lalu menorehkan tanda tangan. Tiba-tiba... BRAKKKK Suara pintu terbuka keras mengalihkan perhatiannya, menampakkan wajah Dastan sahabatnya.
9.911.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai diario
Baca
+Pustaka
Diary Yang Basah

Diary Yang Basah

Ranny kembali membuka lembaran bundelan koran bekas untuk membacanya. Setelah membaca bundelan koran bekas, Ranny menjadi risau. Ranny mengambil diary milikya dan menulis, “... Bohong kalau Ranny tidak risau. Bohong jika Ranny tidak gelisa. Ranny takut? Pasti! Terlalu banyak yang Ranny khawatirkan. Termasuk mengewatirkan diri Ranny sendiri. Ranny kerap keluar rumah. Jalan ke sana, jalan ke sini. Ranny bertemu teman.
108.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai diario
Baca
+Pustaka
FIORE

FIORE

Awalnya Adrian hanya menyekanya menggunakan tangannya, namun darah yang mengucur tidak sedikit sehingga mulai menetes ke atas meja dan telapak tangannya. Sudah beberapa bulan ini, ia selalu mimisan— setidaknya satu atau dua kali dalam satu minggu. Biasanya hanya berselang beberapa menit dan tidak banyak darah yang mengalir. Adrian tidak mengatakan apa-apa lagi. Ia hanya mengambil handuk kecil dan membersihkannya. Disaat yang sama, ada yang mengetuk pintu kamarnya. “Ada apa?” ia bertanya dengan suara rendah dan datar. Suasana hatinya sedang tidak baik.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai diario
Baca
+Pustaka
Dia

Dia

••• "Tadi padahal aku udah nelfon kamu, lho. Tapi kayaknya hape kamu mati," "Aku tidur. Kamu kesini naik apa?" Tanya Keanu atau yang biasa di sapa Ken itu sambil menggingit buah apel yang baru dia ambil dari dalam kulkas. Lea yang sedang memotong sayuran menoleh sebentar, "Taksi," bohong Lea.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai diario
Baca
+Pustaka
KEMERDEKAAN UNTUK GIANDRA

KEMERDEKAAN UNTUK GIANDRA

Halaman berikutnya Adzana mulai membaca nya. (Hai perkenalkan nama saya Giandra, hari ini hari minggu, 5 september 1999. Ini kali pertama dian nulis di buku diary yang di ajari bunda buat nulis diary. dian nulis disini ditemani sama bunda. Hari ini sepulang berdoa di gereja dian sama bunda jalan jalan di pasar beli bandana warna merah muda warna kesukaan dian. Makasih ya bunda, dian sayang banget sama bunda ) Adzana menutup buku diary semasa Giandra duduk di bangku sekolah dasar. Membuka buku diary Giandra yang lain. Buku diary kedua ketika Giandra duduk di bangku sekolah menengah pertama.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai diario
Baca
+Pustaka
Ajari Cinta Jatuh Cinta

Ajari Cinta Jatuh Cinta

Kinan kepo. Utari merogoh tas Chanel biru dongker miliknya, nampak sebuah diary berwarna ungu dengan tulisan yang tentu sangat Cinta kenal : my wonderful journey. Dengan senyum licik alasan antagonis, Utari berkata, "mending kita baca buku aja yuks! "
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai diario
Baca
+Pustaka
Never Been Loved

Never Been Loved

Sebentar lagi jam makan siang dan dia sedang mengetik laporan keuangan perusahaan bulan ini. Ponsel milik Desi berdering, panggilan dari Nanda yang sedang menikmati cuti satu hari. Dia segera menekan tombol hijau. "Apaan? " tanya Desi. "Lu lihat buku gue ngga semalam? "Nanda langsung bertanya. "Buku apa? yang jelas. " "Diary gue, yang tebal, sampul coklat hijau ada gambar hatinya. "
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai diario
Baca
+Pustaka
Melahirkan Anak Iblis

Melahirkan Anak Iblis

Lalu ia merebahkan dirinya sambil menatap langit-langit kamar. Tiba-tiba, rasa penasarannya kepada buku diary milik Aurin kembali mencuat. Ia mengambil buku diary tersebut dari dalam laci. Marissa pun duduk bersandar sambil membaca buku diary tersebut. Kemarin, ia sudah membaca buku diary tersebut sampai halaman dua. Ia pun membuka halaman tiga untuk ia baca. Isi halaman tersebut adalah: 7 September 2005 Hari ini, tepatnya malam bulan purnama
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai diario
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status