Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Diabaikan Berujung Penyesalan

Diabaikan Berujung Penyesalan

POV Isabel: "Aku nggak mau makan seafood." Kemudian, seolah tiba-tiba teringat sesuatu, nada suara Vincent berubah. "Oh, iya. Kamu sebaiknya nggak makan sashimi. Aku baru ingat kamu alergi atau semacamnya, 'kan?"
37.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.0K Beses bilang diingat
Read
+Library
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

Djewo ingin melihat seberapa jauh Mela berani melangkah di hadapannya. "Aku hanya ingin memberikan penghormatan terakhir pada pegawai loyal dari perusahaan mendiang ayahku," jawab Mela sambil menahan dirinya sekuat tenaga untuk tidak berkata kasar pada pamannya. Ia menekankan setiap kata dengan jelas dan memastikan Djewo mendengar penekanan pada frasa 'mendiang ayahku'. Dengan menyebut mendiang ayahnya, Mela secara halus mengingatkan Djewo tentang hak kepemilikan perusahaan itu sebenarnya sebelum direbut paksa.
736 viewsOngoingIdinagdag sa Library 19 Beses bilang diingat
Read
+Library
Pelabuhan Cinta Sang Perwira

Pelabuhan Cinta Sang Perwira

“Masa sih, Mas? Kok aku enggak ingat?” Kaisar tersenyum. “Mungkin kamu hanya fokus sama rasa sakit sampai enggak sadar siapa saja yang ada di sampingmu. Tanya saja sama kakakmu kalau tidak percaya.” “Aku percaya kok sama Mas Kaisar. Maaf kalau aku enggak ingat,” sesal Dita. “Waktu itu memang aku enggak tahu ada di mana dan sama siapa saja. Aku cuma merasa seluruh badanku sakit.”
108.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 258 Beses bilang diingat
Read
+Library
DITINGGALKAN DI HARI PERNIKAHAN

DITINGGALKAN DI HARI PERNIKAHAN

Mama selalu memberikan perhatian penuh kepadaku. “Nay udah makan, kok, Mah.” Aku berusaha tersenyum di depan wanita yang telah melahirkanku itu. “Kenapa kamu masih pucat?” tanya Mama sambil mengusap pipiku. “Nay merasa mual, Mah. Mungkin masuk angin karena akhir-akhir ini telat makan.” Rasa mual ini benar-benar menyiksa. “Jangan menyiksa diri seperti ini, Sayang. Untuk apa kamu memikirkan seseorang yang tidak mengingatmu sama sekali? Dia nggak pantas untuk ditangisi.” Aku mengerti bagaimana perasaan Mama saat ini.
6.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 169 Beses bilang diingat
Read
+Library
Suamiku Ustadz Dingin

Suamiku Ustadz Dingin

tanya Anggi terus menerus. "Maaf, saya benar-benar lupa Anggi. Maaf ya," ungkap Ashraf mengatupkan kedua tangannya sebagai tanda permintaan maaf. "Nggak Ustad, Ustadz harus ingat saya. Ehmm, yang ngasih buku diary warna hijau? yang setiap malam Minggu ngirim kue dan setiap Ustadz ulang tahun traktir semua teman-teman Ustadz? Sudah ingat belum sih, masa iya lupa!" cecar Anggi berusaha membuat Ashraf mengingat dirinya.
9.524.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 857 Beses bilang diingat
Read
+Library
Pulang

Pulang

Api yang menyala besar membuat air mendidih begitu cepat, air yang meluap membasahi kayu yang terbakar. Desiran itu membuat Yotta kembali pada dirinya, gadis itu bangkit mengambil gelas dan membuat segelas teh hangat untuk orang yang sudah membantunya. "Mana Retno!!” Terdengar seseorang berbicara dengan nada tinggi di luar rumah. Suara itu membuat kegiatan Yotta terhenti, si gadis muda meletakkan sendok yang baru dipakai untuk mengaduk teh yang sedang dibuat dan segera berlari keluar untuk melihat apa yang terjadi.
103.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 91 Beses bilang diingat
Read
+Library
RATU YANG DINGIN

RATU YANG DINGIN

Ujar Dayang tersebut, sambil membantu Casandra untuk berdiri. "Terimakasih, siapa namamu?" Tanya Casandra "Dewi, Nona." Jawabnya begitu singkat. "Kau tahukan bahwa aku lupa ingatan?" Kata Casandra lagi "Iya, saya tahu Nona." "Ceritakan kepadaku, bagaimana bisa aku sampai kehilangan ingatanku seperti ini." Madah Casandra, seraya melepaskan tusuk konde dari kepala. "Ba-baiklah, Nona jika kau meminta."
3.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 107 Beses bilang diingat
Read
+Library
BALASAN UNTUK SUAMIKU

BALASAN UNTUK SUAMIKU

' Aku mengambil napas dalam-dalam, lalu mengulangnya lagi dan lagi, sampai aku merasa sedikit lebih baik. "Tarik napas dalam-dalam lalu buang, ulangi saja sampai kamu merasa lebih tenang, Mas!" ucap Dinda kala itu. 'Ah, apa-apan ini? Kenapa aku harus mengingat Dinda lagi? Padahal, jelas-jelas sudah menggantikannya.' ****
9.8189.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 6.2K Beses bilang diingat
Read
+Library
Dia

Dia

Gadis itu menggerakan tangan dan kakinya seperti katak. "Heh! Bangun!" ucap Tita. Dia melempar tote bagnya ke atas ranjang. "Bentar Tit. Ngadem dulu," "Tat tit tat tit. Licin bener mulut lo nyebut nama gue begitu," Lea tertawa. Tita memang sangat tidak suka saat ada seseorang yang memanggilnya dengan 'Tit'. Menurut gadis itu, 'Tit' terdengar seperti kata mesum. Padahal itu 'kan memang namanya, duh.
102.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 65 Beses bilang diingat
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status