Suamiku yang Tak Normal
“Oke, lo mulai jual mahal sama gue. Lihat aja, Dit. Gue bakal bikin lo puas setengah mati, sampe lo nagih.”
***
Malam tiba, Lote sudah siap dengan pakaian dinasnya, lingerie pink pucat yang tempo hari gagal dieksekusi.
Dia tadi sudah membisikkan kata pada Dito yang seketika membuat mata pemuda itu membulat. “Gue tunggu di kamar ya, Mas Dito … lo pasti ketagihan,” ucap Lote sedikit mende-sah. Jemarinya menyusuri lengan Dito perlahan, penuh go-daan. Bukan tanpa alasan memanggil Dito dengan sebutan Mas, Lote harapkan bisa menaikkan ha-srat sang suami.
Chapitres populaires