Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Batas Waktu

Batas Waktu

Aqilla memantaskan diri di depan cermin. Gadis cantik itu tampak menawan menggunakan striped colorful lengan panjang yang dipadukan dengan wide leg jeans. Ia memulas tipis lipgloss di bibirnya yang sudah merah alami. Rambut sebahunya sengaja diurai, menambah aura gadis itu yang semakin terpancar. Aqilla melihat jam diding yang tertempel manis di dinding kamarnya yang bernuansa kuning dan cokelat dengan lukisan bunga matahari di beberapa bagian. Jam sudah menunjukkan pukul 8, tetapi cowok itu belum datang juga sampai sekarang. Ia berdecak sebal sambil memainkan handphone ditangannya.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai diwaktu yang salah
Baca
+Pustaka
Dalam Dekapan Waktu

Dalam Dekapan Waktu

kebetulan saja dia merayuku dengan kata-kata 'waktu. Aku langsung memutar tubuh kembali ke arahnya dengan tatapan curiga. Herannya dia hanya berdiri di sana dengan senyuman menggembang sempurna. "Apa yang kau katakan? waktu yang lain? apa kau serius? oh! ya! kau hanya mencoba menggodaku dengan hal itu. Hahaha bodoh sekali! aku berterima kasih kau sudah menolongku tapi bukan berarti kau bisa menggodaku begitu saja," tolakku yang masih merasa tak mungkin ada yang tahu aku bisa berpindah waktu. Rahasia ini ku simpan erat karena terakhir kali aku mengatakan hal itu pada orang yang aku anggap sahabat di sekolah dasar malah menyebarkannya dan seluruh sekolah saat itu menganggap aku anak aneh dan m
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai diwaktu yang salah
Baca
+Pustaka
Jodoh Tenggat Waktu

Jodoh Tenggat Waktu

Sekarang lelaki itu sedang meniriskan piring, begitu 'cool' dengan wajah datar tanpa ekspresi. "Jam berapa ngajar?" tanya Aluna menoleh ke arah suaminya. "Jam 7." Aluna melebarkan pupil. Dia terkejut. "Sekarang udah jam 12." "Aku tahu." "Awas ya kalau besok telat nyalahin aku, kamu kan suka playing viktim," gerutu Aluna. "Hm."
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 206 kali sebagai diwaktu yang salah
Baca
+Pustaka
Air Susuku, Harga Kebangkrutan Suamiku

Air Susuku, Harga Kebangkrutan Suamiku

kata Vivian yakin. Arsen menahan senyum melihat betapa konyolnya Vivian. Hingga kemudian Vivian memeluk lengannya, Arsen menatapnya dan menunggu apa lagi yang akan dikatakan oleh Vivian. "Mas, sebenarnya kita ini nggak salah memiliki hubungan. Yang salah itu waktunya, waktunya yang kurang tepat. Kamu waktu itu punya istri, aku bersuami...sehingga kita ini terlihat seperti dua orang jahat," kata Vivian sambil terus memeluk lengan Arsen dan bersandar pada bahunya.
1020.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 426 kali sebagai diwaktu yang salah
Baca
+Pustaka
Saat Aku Salah Membencimu

Saat Aku Salah Membencimu

“Anak-anak itu lahir bukan dari sesuatu yang benar.” Arvin langsung diam. Tatapannya perlahan berubah serius. Lintang mengusap pelan wajahnya. “Dulu…” Ia berhenti sebentar. “…gue sama beberapa temen gue bikin kesalahan besar.” Langkah Arvin ikut melambat sekarang. “Kesalahan?” Lintang tertawa kecil hambar dan pahit. “Kalau gue bilang kesalahan…” Tatapannya kosong lurus ke depan. “…itu terlalu ringan malah.”
578 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai diwaktu yang salah
Baca
+Pustaka
Terperangkap Dalam Pilihan Yang Salah

Terperangkap Dalam Pilihan Yang Salah

jawab Reina sambil tersenyum kecil. “Tapi kayaknya kita nggak bisa menikah hari ini juga. Sekarang aja udah lewat jam dua belas,” imbuh Reina, terlihat jelas kekecewaan di wajahnya. “Nggak masalah,” ucap Kalandra lembut sambil mengusap rambut Reina. Sentuhannya hangat, menenangkan. “Aku bisa tidur di kamar lain!” “Yang penting kita bisa sama-sama,” jawab Reina, lalu memeluknya lebih erat, seolah takut momen itu hanya sementara.
614 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai diwaktu yang salah
Baca
+Pustaka
Kesalahan Semalam dengan Dosen Tampanku

Kesalahan Semalam dengan Dosen Tampanku

Dia merasa tak berhak mengingat kesalahannya. "Katya bolehkah aku minta tolong padamu?" Katya langsung mengangguk. "Bisakah kamu melupakan rasa bersalahmu, aku sangat paham apa yang kamu rasakan, kamu gadis yang baik, tapi semua orang pernah bersalah. Fokuslah ke masa depan kita. Bisa?" "Sa-saya tidak yakin, kesalahan saya telah menghancurkan anda dan membuat ibu saya meninggal." Prof. Erland berdiri dan memeluk Katya yang masih duduk. "Sampai kapan kamu akan terus merasa bersalah, kamu tidak bisa mengulang waktu hanya bisa memperbaiki masa depan."
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai diwaktu yang salah
Baca
+Pustaka
Seandainya Waktu Bisa Kembali

Seandainya Waktu Bisa Kembali

“Suamiku, aku salah... tolong jangan ambil ginjalku. Ini benar-benar sakit... Aku akan mati...” Selama ini, aku tidak pernah menundukkan kepala di hadapan Andrew. Namun kali ini, aku berpikir, jika aku menyerah, mengakui semua kesalahan yang tak pernah kulakukan, apakah Andrew akan mengingat lima tahun kebersamaan kami dan mengampuni nyawaku? Tapi yang kudapatkan hanyalah tawa dinginnya di telepon.
50.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai diwaktu yang salah
Baca
+Pustaka
Andai Waktu Dapat Diputar Kembali

Andai Waktu Dapat Diputar Kembali

Sudah pukul tujuh. Jodi belum memulai acara perayaan ulang tahunnya. Jodi duduk di sofa sambil memainkan pemantik dengan ekspresi datar. Sesekali Jodi melihat arloji di lengannya. Lalu, Jodi juga sesekali memeriksa ponselnya. "Kak Jodi." Kinan menggigit bibir, lalu menyingsingkan lengan baju Jodi.
20.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 540 kali sebagai diwaktu yang salah
Baca
+Pustaka
Sekretaris Ceroboh Kesayangan Tuan Perfeksionis

Sekretaris Ceroboh Kesayangan Tuan Perfeksionis

Saat buru-buru mengatur ulang jadwal pertemuan, Harika tidak sadar telah menciptakan kekacauan baru. Entah bagaimana, dalam dokumen yang ia buat, ia salah mengetik angka. Ia menulis pertemuan berlangsung pukul 10.00 malam, bukan 10.00 pagi dan ini baru ketahuan beberapa jam kemudian saat Alister membaca ulang dokumen itu. Suara dingin Alister menggema di ruangan. “Harika.” Harika berbalik perlahan dengan senyum canggung. “Iya, Pak?”
5.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai diwaktu yang salah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status