Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istri yang Tak Sempurna

Istri yang Tak Sempurna

"Tetap saja aku yang udah buat salah, Pakde." "Ndak, aku yang …." "Wes, wes semuanya salah. Kamu salah karena kamu bicara ndak dipikir dulu, Le! Dan kamu juga Waluyo, kamu salah. Kenapa kamu buat kesalahan macam itu di masa lalumu? Coba kamu kalau lebih bijak mengkondisikan dirimu waktu masih muda kan ndak akan begini." "Lah itu kan godaan setan! Yang namanya setan itu selalu saja …."
966.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.5K Beses bilang tak mungkin menyalahkan waktu
Ipakita ang mga Review (9)
Read
+Library
Ri Chi Rich
hai akak semua. terima kasih sudah baca ceritaku. kisah ini adalah kelanjutan dari novelku sebelumnya: Cinta Untuk Nada - Pelakor - Wanita Kedua - Matre - Gimmick -2nd chance in lyon - Dimulai dengan ikatan perjanjian. Dan Istri yang tak sempurna adalah penyempurna novel sebelumnya.
Rika
ceritanya seru dan penasaran..nice.... kadang agak bosen jika alur pikiran tokoh panjang kali dijabarkan. tapi, penulisnya keren dan banyak ilmu interior dll yg dikembangkan.. pasti pintar dan cerdas ni kyk aida si penulis ya... loveee
Basahin ang Lahat ng Review
Waktu Tak Bisa Menjaga Cinta

Waktu Tak Bisa Menjaga Cinta

Aku pernah membahas ini pada Rama, awalnya hanya sebagai keluhan kecil. Dia malah mengerutkan kening dan memarahiku, "Wulan, kamu 'kan orang dewasa, kenapa harus mempermasalahkan anak kecil?" Waktu itu kami baru berusia dua puluh tahun, sedangkan Sinta baru tiga belas tahun. Dia memang masih di bawah umur, jadi aku terlihat tidak dewasa karena mempermasalahkan hal ini. Aku pun malu ditegur, mengira kalau Sinta sudah besar nanti, semua akan baik-baik saja.
7.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 175 Beses bilang tak mungkin menyalahkan waktu
Read
+Library
LORO

LORO

Manusia seringkali lupa jika apa yang terjadi saat ini akan menjadi masa lalu di esok hari. Bahkan ketika ia sadar jika waktu tidak pernah diam ia masih memilih untuk mengabaikan hal-hal yang begitu penting untuk saat-saat di penghujung hari nanti. Lantas ia mengeluhkan waktu yang begitu sempit ketika ingin menuntaskan pekerjaan yang padat. Tugas menumpuk, sedangkan waktu hanya melambai saja menantinya. Ada penyesalan di saat seperti itu, namun entah mengapa kita sering mengulangi hal yang sama. Apakah kesalahan itu sengaja dilakukan karena bujuk rayu setan yang begitu kuat? Ataukah, diri kita sendiri yang dengan sengaja melalaikan waktu?
104.0K viewsOn holdIdinagdag sa Library 124 Beses bilang tak mungkin menyalahkan waktu
Read
+Library
Dijatah Lima Juta

Dijatah Lima Juta

Kalau dari awal sudah tau, tidak ada lagi kata-kata menyalahkan untuk waktu yang akan datang. "Maaf Fir, aku tidak bisa memutuskannya sekarang. Aku perlu waktu. Aku perlu memikirkan semuanya. Ini bukan perkara mudah untukku. Akan banyak pertimbangan yang harus aku ambil untuk ke depannya. Aku harap kamu bisa mengerti Fir," ujarku.
1013.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 272 Beses bilang tak mungkin menyalahkan waktu
Read
+Library
Mengulang Waktu Untuk Membalasmu

Mengulang Waktu Untuk Membalasmu

Leyna memasang wajah terkejut dan tersakiti, ia menutup mulutnya tak percaya. “Jangan sembarangan kau!” Maya berteriak tak terima. Tetapi, ia juga sudah tahu, keadaan seperti ini kemungkinan terjadi sangatlah besar. Ia hanya tak tahu mereka berdua sangat bodoh dengan melakukan hubungan itu di tempat dan acara seperti ini. Untuk itu, ia kan mengulur waktu.
1025.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 849 Beses bilang tak mungkin menyalahkan waktu
Read
+Library
Ternyata Mencintai Anak Pemilik Mal

Ternyata Mencintai Anak Pemilik Mal

Dan dia memberi pesan kepasa semua agar tidak melakukan kesalahan yang sama. "Waktu sangat penting. Setiap menit akan berdampak pada menit berikutnya, hingga pada jam yang kita jalani, sampai pada hari itu. Jika tidak awas dan memahami ini, bukan tidak mungkin di masa mendatang, disiplin selama sekian tahun kita bangun akan buyar!" Horacio sangat tidak bisa mentolerir pekerja yang tidak mau disiplin waktu.
108.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 260 Beses bilang tak mungkin menyalahkan waktu
Read
+Library
JODOH TAK TEPAT WAKTU

JODOH TAK TEPAT WAKTU

Sekali lagi maaf ya Mba. Mungkin lain waktu, kalau pekerjaan saya sudah hampir rampung, saya akan hubungi Mba lagi. Bagaimana Mba? Adel menarik napas berat. Merasa kecewa. Lain waktu? Pikirnya dalam hati. Pertanyaannya, akankah waktu yang dimaksud Rindu itu masih menjadi miliknya di dunia? Entahlah... ***** Seorang pegawai minimarket tampak kewalahan mengangkat beberapa kardus berisi botol minuman beralkohol ke sebuah Club Malam elit di Jakarta.
1020.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 800 Beses bilang tak mungkin menyalahkan waktu
Read
+Library
Raline : Marigold Love

Raline : Marigold Love

kata Mamanya. “It can’t make me think from another perspective,” sahut Muaz santai. Seolah tak akan ada penyesalan sama sekali kalau Raline memang tidak bersalah. “Intinya jangan menyalahkan orang atas kesalahan yang belum jelas duduk perkaranya.” “Bahkan kalau dia gak bersalah, gue bakal tetap benci,” gumam lelaki itu. ***
102.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 54 Beses bilang tak mungkin menyalahkan waktu
Read
+Library
Hati Biru Affa

Hati Biru Affa

Rahima hanya mengucapkan istighfar dengan bisikan. “Sepertinya pandanganmu masih berkabut, Fafa. Jujur saja, aku tidak yakin bisa menghapus kabut itu. Bahkan aku merasa, mungkin karena aku kamu mendapatkan kabut itu,” balasnya pelan. Aku bisa melihat rasa bersalah di wajah Rahima. Apakah salah kalimatku tadi? Toh faktanya demikian. “Mungkin masalah waktu saja,” komentar Rahima. Apa yang masalah waktu? Toh semua sekarang baik-baik saja. Rahima sudah lulus, dan aku juga sebentar lagi lulus. Apa yang salah?
104.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 163 Beses bilang tak mungkin menyalahkan waktu
Read
+Library
Ambivalensi CEO

Ambivalensi CEO

Satu bulan adalah waktu yang terlalu cepat untuk tidak meratapi kesalahannya menghilangkan nyawa orang lain. “Tidak! Hiks ... bawa saya pulang,” rintihnya. Bersambung ...
102.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 103 Beses bilang tak mungkin menyalahkan waktu
Read
+Library
PREV
123456
...
10

Mga Madalas Itanong

Ada sesuatu yang meresahkan sekaligus menenangkan ketika tokoh-tokoh dalam novel menolak menyalahkan waktu. Aku merasa itu bukan sekadar pilihan tema — itu cara penulis memaksa pembaca melihat akar masalah: bukan jam di dinding yang merusak hidup, tetapi keputusan, kebisuan, dan kecenderungan manusia untuk menunda, menipu diri sendiri, atau menutup mata. Dalam banyak cerita, waktu diperlakukan sebagai kambing hitam karena lebih mudah daripada menghadapi rasa bersalah atau konsekuensi; tapi ketika sebuah novel secara konsisten menunjukkan bahwa waktu itu netral, ia menyingkap bahwa konflik sebenarnya berasal dari tindakan dan kegagalan tokoh-tokohnya. Contohnya, di 'The Time Traveler's Wife' kita memang punya elemen waktu yang literal, namun inti ceritanya tetap persoalan hubungan, komunikasi, dan pilihan yang dibuat oleh manusia, bukan jam yang berputar.

Secara teknis, penulis sering menggunakan struktur narasi untuk mempertegas hal ini. Narator yang retrospektif, lompatan waktu, atau alur non-linear bisa membuat pembaca merasa seolah waktu sendiri yang bertingkah; padahal itu trik penceritaan untuk mengungkap lapisan emosional. Ketika memori dipotong-potong dan disajikan balik, rasa menyesal tampak menumpuk dan seolah datang dari waktu, padahal sebenarnya itu dari cara tokoh mengingat dan menafsirkan peristiwa. Aku teringat pada 'One Hundred Years of Solitude' di mana waktu berputar dan warisan kesalahan turun-temurun — yang membuatnya terasa fatalistik bukan karena waktu itu berkonspirasi, melainkan karena pilihan berulang dan kebodohan yang diwariskan. Begitu juga di 'Slaughterhouse-Five' yang memainkan konsep waktu guna menyuarakan kepasrahan, tetapi pesan moralnya tetap: perang dan trauma yang tak tertangani itu disebabkan tindakan manusia.

Di tingkat emosional, menyalahkan waktu sering jadi mekanisme pertahanan: lebih nyaman bilang "waktu yang merusak segalanya" daripada mengaku telah melakukan kesalahan, menyakiti orang lain, atau mengabaikan kesempatan. Novel yang bagus menolak kemudahan itu karena ia ingin mendorong pembaca refleksi — siapa yang memilih diam? Siapa yang menunda permintaan maaf? Siapa yang menukar kebahagiaan demi gengsi? Aku suka saat penulis memaksa tokoh-tokohnya menerima tanggung jawab, karena itu membuat perubahan terasa nyata dan bukan sekadar kebetulan naratif. Pada akhirnya, menolak untuk menyalahkan waktu memberi ruang buat empati yang lebih dalam: kita melihat tokoh tidak sebagai korban waktu, melainkan sebagai orang yang berjuang dengan kelemahan mereka sendiri. Itu membuat cerita tetap tajam, pedih, dan jujur — dan sebagai pembaca aku lebih dihargai karena dipaksa berpikir tentang pilihan, bukan sekadar mengutuk jam dinding yang terus berdetak.

I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status