KEMANA ENGKAU DIBUANG, BU?
Suara ketukan itu terdengar pelan, tapi cukup membuat suasana ruang tamu menegang.
Setelah beberapa detik yang terasa panjang, Wisang akhirnya bersuara. “Saya bukan orang yang tidak bisa menunggu, Pak Danu. Tapi saya tipe orang yang menghargai waktu.” Ia mencondongkan tubuh sedikit ke depan. “Apalagi kita sudah sepakat untuk bertemu pukul empat. Sekarang sudah lewat setengah lima. Saya percaya, seorang pebisnis yang baik tahu arti dari ketepatan.”
Danu menunduk dalam. “Iya, Pak. Saya paham, dan saya benar-benar minta maaf. Ini kesalahan saya pribadi. Saya tidak bermaksud tidak menghargai waktu Bapak.”
ตอนยอดนิยม