ENAK, PAK DOSEN!
Tanpa langsung menjawab, ia mendekat dan mengusap wajah tampan itu dengan lembut, sebelum tangannya berpindah mengelus permukaan kepala Sagara yang kini polos tak berambut.
Sagara mengerucutkan bibir, memasang wajah dongkol yang dibuat-buat. Ia berupaya menepis telapak tangan Ara, tapi sebenarnya suka juga. “Ih, apaan sih? Lucu gundul gini, hah? Lucu?”
“Iya. Kayak Ipin,” sahut Ara santai. Ia mulai membayangkan bagaimana jadinya kalau Sagara … tetap begini? Apakah Sagara akan tetap PD, atau … justru insecure?
Bab Populer