Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Chandra

Chandra

ucap Aqin "Gue dari lahir udah jadi kakak yang baik. Lo tuh, sodara laknat." "Bangs*t," umpat Aqin. *** Chandra mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi membela jalanan yang terlihat lengang karena malam yang sudah sangat larut. Tak memakan waktu lama, akhirnya ia sampai di rumahnya.Chandra berhenti di halaman rumahnya, ia bingung karena terdapat sebuah mobil yang juga terparkir di halamannya.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai dodo cheng
Baca
+Pustaka
NODA

NODA

Mama menimpali. Aku menghela napas. "Sekarang sini, ganti pakaianmu." Acara sebentar lagi," lanjut mama. Jika ada yang lebih membahagiakan dari pada cinta yang bersambut adalah doa yang terkabul. Salah satu doa yang terus aku panjatkan terkabul hari ini. Doa terindah yang terus terucap karena aku sadar bahwa sekuat apapun aku setia, sekeras apapun aku berusaha, dan sehebat apapun aku menunggu. Aku percaya, jodoh sudah ditentukan oleh Tuhan. Jika tak ingin patah dan kecewa oleh segala usaha maka menghadirkan Tuhan saat menjemputnya adalah sebuah keharusan, dan itu yang aku lakukan. Begitu usaha dan doa berjalan bersama maka aku telah membuktikannya. Dia ... telah menjadi milikku.
9.9189.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.6K kali sebagai dodo cheng
Tampilkan Ulasan (36)
Baca
+Pustaka
lilis lilis
keren habisss... singkat padat jelas tidak bertele tele. romantis, sedih dan happy ending. tbanyak pelajaran yg bisa dipetik dari kisah ini. terimakasih sudah menyuguhkan cerita yg alurnya seperti kehidupan nyata.
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Yang Ternoda

Yang Ternoda

[Hehe makasih, Sayang] “Fira, maukah menemaniku makan siang di luar? Kebetulan ada calon investor yang tertarik menanamkan modal di kilinik kita ini. Kami sudah janjian ketemu di restoran makanan Jepang yang ada di depan Mall Sakura. Aku rasa aku perlu mengajakmu untuk mencatat apa saja yang akan diputuskan nanti dalam pertemuan itu.” “Tapi kenapa harus saya, Pak?”
1060.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai dodo cheng
Baca
+Pustaka
New duda

New duda

"Gue mau nanya sama lo, boleh?" "Nanya apa? Ngomong aja," sahut Usron santai sembari menikmati cemilan. Kacang tanah goreng, sepupuku ini sangat suka sekali ngemil makanan ini. "Pak Galuh kok bisa jadi duda sih?" tanyaku mulai kepo, dan pelan-pelan ingin mengoreksi informasi tentangnya. "Ya bisalah, orang aja bisa meninggal."
10.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 375 kali sebagai dodo cheng
Baca
+Pustaka
JODOH DARI THAILAND

JODOH DARI THAILAND

Leo tetap mendekapnya. “Buka aja, siapa tahu penting.” “Iya, deh.” Leo pun melepas pelukan lalu meraih ponsel dari nakas yang tidak jauh dari jangkauannya. Ia mengusap layar, kemudian membuka pesan masuk tersebut. [Selamat menempuh hidup baru]. Isi pesan menggunakan bahasa Thai. ==========
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai dodo cheng
Baca
+Pustaka
MR. D

MR. D

Yakni setelan jas hitam dan celana jin hitam lengkap dengan topi bergaya koboi atau mafia. “Nah anakku Wahyu sekarang kau akan kuhadiahi sebuah julukan baru yang akan melekat padamu hingga nanti kedamaian kembali terwujud di kota Jombang. Namamu kini adalah MR. D dan teruslah mengumpulkan serta mengajari mereka para anak keturunan kita. Baiklah MR. D sampai jumpa di alam Malakut akan kami tunggu sosok anakku yang nanti menyusulku akan satu hal melepas keduniawian bernama moksa. Akan aku tunggu kau saat nanti kau kembali pulang menuju ke langit sebagai sosok Wahyu Satria. Aku dan Ibumu Putri serta para leluhurmu dari organisasi lama menunggumu di langit,” ucap sosok petapa tua yang perlahan s
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 231 kali sebagai dodo cheng
Baca
+Pustaka
Handa

Handa

"Wong yen lagi gandrung Ra peduli mbledose gunung Wong yen lagi naksir Ra peduli yen perang nuklir Nadyan lagi bokek Direwangi nrethek-nrethek Jarene wes jodho Opo-opo duwek'e wong loro Wong yen lagi kepikat Ra peduli ndonya kiamat Wong yen lagi nyenengi Ra peduli lagi inflasi Nadyan ra duwe duwet Direwangi kredat kredit Jarene wes jodho Opo-opo duwek'e wong loro" Handa tampak salah tingkah, dia mengeluarkan pakaiannya yang sudah ditata di dalam tas ranselnya lalu memasukkannya lagi. Sedangkan Satria berdiri bersandar di samping pintu sambil menatap istrinya, menikmati tingkah konyol Handa.
1034.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai dodo cheng
Baca
+Pustaka
Dosen Dudaku

Dosen Dudaku

Andini dengan sabar mendampingi suaminya, sambil membisikkan kalimat penyemangat. "Pa, mau pegang anaknya tidak? Ini, Dedek di perut main akrobat terus. Keren loh, tendangannya. Seperti Bang Bokir. Tahu Bang Bokir'kan? Artis China yang jago silat itu loh." Andini terus saja mengajak Devano berbicara. Jari suaminya kembali bergerak pelan.
1019.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 448 kali sebagai dodo cheng
Baca
+Pustaka
CURHAT DONG, MA!?

CURHAT DONG, MA!?

"Amanda hanya dititip bersama asistennya di rumah itu, Pa. Dodi sedang ada urusan di luar Kota, dan aku sama sekali tak tinggal di sana sementara ini." "Sama sekali tak tinggal di sana? lantas bagaimana Mila bisa mendapati kalaian berdua di rumah itu tadi?" "Pa, kami sudah merencanakan ini matang-matang. Sebelum berangkat, Dodi dan Amanda sengaja menarik perhatian Mila agar mengikuti mereka. Setelah dari Klinik, Mila pasti buru-buru ke rumah untuk menunjukkan bukti yang ia dapatkan."
2.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai dodo cheng
Baca
+Pustaka
DUO JONES (INDONESIA)

DUO JONES (INDONESIA)

sahut Aldo menerima amplop itu dan dimasukkan ke dalam tas sekolahnya yang ada di kursi. “Hihihi … makacih Kak Dodo, Eneng cayang sangat!” seru Lissa yang langsung memeluk Aldo dan tak ragu mencium pipinya hingga membuat dia tersenyum, dan balas memeluk Lissa yang selalu manja padanya. “Kak Al juga sayang sama Eneng!” balas Aldo terkekeh.
1010.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 320 kali sebagai dodo cheng
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status