Terjerat Takdir Tuan Saka
Ia bergegas menuju dapur membuatkan minuman hangat untuk Saka.
"Kamu kan juga basah! Rum!" Panggilan Saka tak berarti apa-apa, Arum sudah berjalan menjauh darinya.
Saka menggelengkan kepalanya, lalu berjalan menaiki tangga dan masuk ke kamarnya. Setelah selesai membersihkan diri Saka kembali turun dan duduk di sofa, matanya melirik secangkir jahe hangat yang ada di atas meja. Tanpa ragu dan yakin itu adalah miliknya, Saka meraih cangkir berisi jahe hangat itu dan meneguknya.