Imperfect Partner
Diandra menghabiskan minuman hangatnya, kemudian menaruh cangkir kosongnya pada coffee table di samping lounger chair.
Hans terkekeh. “Bukankah kamu juga peminum kelas berat dulu?” sindirnya. Hans juga mengikuti Diandra menghabiskan minuman buatannya sendiri.
Diandra tertawa kecil merespons sindiran suaminya. Ia mengeratkan selimut tipis yang tersampir pada pundaknya. “Perlu kamu ketahui ya, dulu setiap mengunjungi kelab malam aku tidak selalu menikmati minuman beralkohol seperti wine. Hanya saat-saat tertentu saja aku berani meneguk minuman beralkohol, itu pun tidak banyak. Jujur, aku sangat payah terhadap alkohol,” ucapnya jujur. “Jika dulu kamu pernah mendengar bahwa aku sering keluar mas
인기 회차