Kurir Pemilik Sistem
Matanya yang agak cekung menatap Wandi penuh keprihatinan.
“Nak,” katanya dengan logat Jawa yang lembut. “Minum dulu. Pasti haus banget. Darah segitu keluar, jangan sampai dehidrasi.”
Pria itu membuka segel botol dengan gigi, lalu menyerahkannya. Wandi menerima dengan tangan gemetar. Air dingin menyentuh bibirnya yang pecah. Ia meneguk panjang, rasa segar menyebar ke tenggorokan, ke dada, meredakan panas yang membakar ulu hati. Setengah botol habis dalam beberapa tegukan.