Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terpikat Cinta Duda Tampan

Terpikat Cinta Duda Tampan

Kayla tak ingin mengingkari janjinya dengan Davina, puteri canti nan lucu itu. Sesampainya di kediaman Daren ia melongo, tak hanya Davina yang sudah siap tapi Daren juga sudah siap dengan pakaian casualnya. Duda tampan yang sudah memiliki satu anak itu terlihat sangat trampan sekali, Kayla tak sadar jika dirinya terpesona. "Sudah siap, ayo kita berangkat." Ajak Kayla pada Davina, ia tak menghiraukan Daren sama sekali. Entahlah ia kesal saja melihat Daren si duda itu.
993 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai duka lara
Baca
+Pustaka
Duda Incaran Shana

Duda Incaran Shana

Lagi-lagi Ndaru memakluminya. Jangan pikir Ndaru tidak marah. Setelah apa yang Shana lakukan pada hidupnya tentu ia dikuasai amarah. Hanya saja Ndaru bukan tipe orang yang meledak dengan mudah. Kontrol emosinya yang baik adalah sebuah anugerah. "Shana Arkadewi, 26 tahun, penulis, lulusan sastra...," gumam Ndaru membaca profil gadis itu.
1010.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai duka lara
Baca
+Pustaka
Luna dalam Lara

Luna dalam Lara

"Jadi, tentang seni kontemporer, Tuan Arya..." Damon berdiri di sana selama beberapa saat, menatap Luna yang seolah-olah menjadi orang asing. Ia melihat bahwa Lidya telah mati sepenuhnya, digantikan oleh Luna yang keras dan berdarah dingin. Ia tidak lagi melihat cinta di mata Luna, hanya dendam yang mematikan. Setelah Tuan Arya pergi, Luna berjalan ke bar. Ia mengambil segelas minuman keras, sesuatu yang tidak pernah Lidya sentuh. Tante Rosa mendekat.
10864 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai duka lara
Baca
+Pustaka
Duda Pilihan Mama

Duda Pilihan Mama

Perempuan itu berlari mendekat, nekat melawan rasa takutnya. “Mbak Desty ... lari! Jangan dekat-dekat!” seru Andara sambil terisak. Namun, Desty mengabaikan seruan Andara. Dia terus berlari ke arah Dirga. Melihat itu, Dirga mengeluarkan sesuatu dari balik jaketnya. Sebuah senjata apai kecil berwarna hitam mengkilat. “Jangan ikut campur! Kalau kamu tak mau celaka, mundur!” ancam Dirga dingin, matanya menatap tajam.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai duka lara
Baca
+Pustaka
Bos, Kita Masih di Kantor!

Bos, Kita Masih di Kantor!

kata Damian, menyodorkan salah satu cangkir ke tangan Lara. Lara menggenggam cangkir itu, merasakan panas keramik meresap ke telapak tangannya yang masih dingin. Namun ia tidak langsung meminumnya. Pandangannya tertunduk menatap cairan keemasan di dalam cangkir.
1010.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 365 kali sebagai duka lara
Baca
+Pustaka
Pandu Kesatria Genda Yaksa

Pandu Kesatria Genda Yaksa

sahut Pandu bersikap ajrih terhadap pendekar paruh baya itu. "Itu Damara! Kenapa dia mengenali Panglima Pandu?" desis Wiriadinata berpaling ke arah Dumaya. "Entahlah, aku pun tidak mengerti akan hal itu!" sahut Dumaya mengerutkan kening. Di dunia persilatan, Damara terkenal dengan julukan Pendekar Tapak Dewa yang menguasai dasar ilmu kanuragan yang sangat tinggi, ia bisa melumpuhkan lawan dalam jarak jauh tanpa terdeteksi oleh lawannya. Selain itu, ia pun memiliki dasar ilmu pengobatan yang cukup tinggi, mampu mengobati berbagai luka akibat pukulan tenaga dalam, dan dapat mengeluarkan racun dalam tubuh.
1022.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 521 kali sebagai duka lara
Baca
+Pustaka
Life Must Go On

Life Must Go On

Jelas Lara Dika menambah laju mobilnya setelah itu. Dia selalu menyesali perbuatannya dulu. Tapi apa yang bisa dia lakukan? Semua telah berlalu. Dan Dika tidak bisa melakukan apapun. Selain menunggu. “Cepet balik Aud!” batin Dika . . . Di lain tempat, Yudha sedang sibuk dengan pekerjaannya di London. “Yudha!” teriak Ina
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai duka lara
Baca
+Pustaka
Dalam Dekap Hangat Pak Profesor

Dalam Dekap Hangat Pak Profesor

tanya Ardiansyah, tangannya mulai bergerak mendekati pinggang Clarissa. Clarissa menghindar dengan halus, sebuah gerakan yang tampak seperti dansa daripada penolakan. Ia menuangkan minuman ke gelas Ardiansyah dengan jemari yang stabil. "Nama saya Lara, Tuan. Dan saya dengar, bunga di ruangan ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kekuasaan yang Anda genggam."
9.421.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 481 kali sebagai duka lara
Baca
+Pustaka
Lara Cinta

Lara Cinta

ujar Zeva keras. Sontak, semua mata di ruangan itu tertuju ke mereka. Zeva langsung mengatupkan mulutnya rapat. Suaranya ternyata jauh lebih keras dari yang dia pikirkan. “Zeva! Nggak usah teriak-teriak!” bisik Anira malu. Dia enggan menunjukkan diri karena ingin menghindari semua pandangan itu. Namun, Zeva malah berseru itu adalah salah satu prestasi yang paling membanggakan dan wajib diumumkan ke seluruh dunia.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai duka lara
Baca
+Pustaka
Terjebak Pernikahan Tanpa Cinta

Terjebak Pernikahan Tanpa Cinta

gumam Lara sembari mengelus dan meraba benda yang menempel di wajahnya. Karena penasaran, Lara membuka matanya. Betap terkejutnya dia, saat melihat sebuah dada lebar nan berotot milik seorang lelaki berada di hadapannya, sontak saja Laras mendongak untuk bisa melihat siapa pemilik dada bidang ini. Aaaaa.... Jeritnya, saat menyadari kalau pemilik dada bidang ini adalah Dirga. Kini posisi mereka saling memeluk memberi kehangatan.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai duka lara
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status