Salah Melamar
Apa aku sanggup, jika harus bertemunya menjadi ipar?
“Dam, gimana? Bisa kan? Diajak ngomong orang tua kok gak dijawab.”
“Iya, Bu. Insya Allah bisa. Nanti Adam ajak Anita.”
Panggilan kututup dengan pikiran yang terus berkelana.
“Abi , telfon dari siapa? Kenapa bengong?” tanya wanita yang gemar mengenakan jilbab panjang selutut. Ia tengah berdiri meladeni, mengambilkan sarapan. Dengan telatennya ia memasak dan menyuguhkan makanan yang enak. Meskipun aku tahu, kesehatannya sungguh mengkhawatirkan. Ya, pernikahan kami yang awalnya bahagia-bahagia saja, kini harus diterpa ombak oleh diagnosa dokter, yang menyatakan Anita mengidap kanker. Penyakit mengerikan itu menyerang tubuh istriku, hingga seb
Chapitres populaires