Takhta yang Dibayar Air Mata
"Permaisuri ingin anak lagi."
Aji Adiswara mengatakannya sambil menanggalkan pakaian tidur wanita itu. "Kamu mudah hamil, jadi hamillah sekali lagi."
Sepuluh bulan kemudian, Arum Kalandra melahirkan seorang bayi perempuan.
Dukun bayi memotong tali pusarnya, lalu bergegas membawa bayi itu pergi tanpa membiarkan Arum menyentuh kain bedongnya sedikit pun.
Ini adalah anak kedua.
Orang-orang di istana bilang, andai Permaisuri tidak terluka saat mendampingi Aji di medan perang dulu hingga membuatnya mandul, tidak akan pernah ada wanita lain yang menginjakkan kaki di istana ini.
Arum, sang putri kandung Penasihat Agung, pada akhirnya hanyalah sebuah wadah yang kebetulan terpilih untuk meneruskan darah keturunan kerajaan.