Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gadis Penebus Hutang

Gadis Penebus Hutang

"Iyalah masa gue bohong. Lo tau ngga gimana ekspresi Hegar pas denger lo lagi deketin Mas Zafran?" "Ngga. Emang kaya gimana ekspresinya?" tanya Anggi semakin penasaran. "Gimana yah jelasinnya. Pokoknya ngerasa kehilangan gitu deh. Kaya ngga punya nyawa gitu, Nggi," jawab Prita menggebu-gebu menjelaskan bagaimana ekspresi Hegar saat itu. "Yang bener lo, Ta? Lo ngga lagi bohong cuman buat nyenengin gue doang 'kan?"
1056.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai ekspresi menyeringai
Baca
+Pustaka
Tuan, Ibu dari Anakmu Bukan Perempuan Biasa

Tuan, Ibu dari Anakmu Bukan Perempuan Biasa

Ekspresi itu adalah campuran dari benci dan rasa puas. "Silakan duduk, Rayyan. Rileks aja. Kenapa tegang sekali?" Tanya Adrian tanpa sedikit beban sekalipun. "Aku tak punya waktu untuk basa-basi dengan mu, Adrian. Katakan saja, apa maksud dan tujuan mu memaksaku untuk datang ke tempat ini?" Desis Rayyan dengan penuh amarah.
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai ekspresi menyeringai
Baca
+Pustaka
Pelukan Hangat Tuan Presiden

Pelukan Hangat Tuan Presiden

gumamnya rendah, namun ada nada geli yang tersembunyi di balik otoritas suaranya. Sera spontan mengerucutkan bibir, menatap Rendra dengan tatapan protes yang jenaka. Ia perlahan bangkit berdiri, masih dengan telapak tangan yang menadah, memerhatikan makhluk kecil bercangkang itu dengan penuh minat. "Ini namanya eksplorasi, Tuan. Bukan kekanak-kanakan," sahutnya membela diri. Namun, tepat saat kalimat itu usai, Sera tiba-tiba memekik kecil. "Aduh!"
1031.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 695 kali sebagai ekspresi menyeringai
Baca
+Pustaka
Hasrat di Depan Kemudi

Hasrat di Depan Kemudi

Suara erangannya naik turun. Suara itu membuat tulangku bergetar. Bagian sensitifku juga mengembang. Lalu, Liana mengerang kesakitan. "Pak. Kenapa rasanya semakin gatal? Nggak nyaman banget." "Pak, cepat kasih aku. Tolong penuhi diriku. Oke?" Melihat Liana memohon dengan putus asa, aku menurunkan celanaku hingga pergelangan kaki dan duduk kembali di kursi.
273.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.9K kali sebagai ekspresi menyeringai
Baca
+Pustaka
Married to My Childhood Friend

Married to My Childhood Friend

Ekspresi itu adalah ekspresi yang sama dengan beberapa bulan yang lalu. Gilang tersentak memandangi Nayla sambil menggeleng, "Tidak mungkin."
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai ekspresi menyeringai
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Kedua Mantan Kekasih

Menjadi Istri Kedua Mantan Kekasih

“Kenapa harus kabur?” “Biasanya orang yang turun mendadak dari Regalia Ekspres hanya punya dua alasan,” katanya ringan. “Putus cinta… atau ingin cari udara segar.” Dia menatap Kanaya sejenak. “Melihat ekspresimu, sepertinya bukan yang kedua.” Kanaya mendengus pelan. “Kamu masih suka membuat kesimpulan aneh.” Renard tertawa kecil—suara yang rendah dan hangat. “Masih?” ulangnya. “Jadi kamu mengakui dulu aku memang sering benar?”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai ekspresi menyeringai
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Ia menjemput Selin untuk makan malam di sebuah restoran fine dining yang tenang dengan cahaya lampu temaram yang intim. "Maaf ya untuk kejadian di mobil tadi pagi. Aku benar-benar sedang dipusingkan oleh keterlambatan pasokan yang bisa menghambat target ekspor bulan ini," buka Rendra setelah pesanan mereka sampai. Selin tersenyum tipis, memotong steaknya dengan perlahan. "Nggak apa-apa, Ren. Aku cuma kaget aja lihat kamu mode galak begitu, beda banget ketika di Bali."
10797 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai ekspresi menyeringai
Baca
+Pustaka
Hello, Nanny!

Hello, Nanny!

“Bisa kena pasal.” Ekspresi bingung Reyga berubah seketika. “Pasal apaan! Nggak usah ngada-ngada. Orang kamu yang mulai duluan. Toh kamu juga menikmati.” “Apa?” “Jujur aja deh. Telinga saya nggak budeg. Kamu juga mendesah-desah keenakan, ah, ah, ah—”
1086.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai ekspresi menyeringai
Tampilkan Ulasan (34)
Baca
+Pustaka
Eliyen Author
Bab-bab awalnya nendang banget! Komedinya lucu. Ceritanya warming buat heart-heart yang sedang galau sama hidup. Ini novel recommended banget dibaca sebelum kerja, istirahat kerja, pulang kerja, sebelum tidur. Interaksi Reyga-Kael-Kalla bikin senyum-senyum terus. ,,,^^
Yoshi Dwi Ramadani
hai kak beb, br baca cerita ini gegara liat chap terakhir ceritamu di hello, husband. semoga aku bisa nyelesain ini, penasaran Ama cerita Kalla n om Reyga hehe... awal chapter aja udah menarik hati,, semangat berkarya terus kak beb...<3
Baca Semua Ulasan
Pernikahan Paksa  Pengantin Bayangan

Pernikahan Paksa Pengantin Bayangan

sahut Reygan tanpa ekspresi, membuat hati Ayrin semakin hancur. ‘Tapi sikapmu membuat hatiku sakit, Mas!’ begitu banyak kata yang tidak terucap, ditelannya seperti pil pahit. “Saya berangkat dulu, ya!” Reygan mengecup kening istrinya sekilas, lalu berbalik.
1020.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 428 kali sebagai ekspresi menyeringai
Baca
+Pustaka
Jodi Ruman

Jodi Ruman

Ekspresi geli dan tidak habis pikir terpajang di wajahnya. “Kamu ngapain, sih?” “Gara-gara kamu ngomong pelan-pelan dan bahas enak, saya jadi ngebayangin make out sama kamu,” ungkap Egi dengan jujur. “Astaga ....” Afi menggeleng-gelengkan kepala. Menatap miris pada pria yang membantunya duduk ke sofa. “Kayaknya kamu enggak bisa lepas dari seks bebas, ya.”
8.716.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 555 kali sebagai ekspresi menyeringai
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status