Pelukan Hangat Tuan Presiden
gumamnya rendah, namun ada nada geli yang tersembunyi di balik otoritas suaranya.
Sera spontan mengerucutkan bibir, menatap Rendra dengan tatapan protes yang jenaka. Ia perlahan bangkit berdiri, masih dengan telapak tangan yang menadah, memerhatikan makhluk kecil bercangkang itu dengan penuh minat. "Ini namanya eksplorasi, Tuan. Bukan kekanak-kanakan," sahutnya membela diri.
Namun, tepat saat kalimat itu usai, Sera tiba-tiba memekik kecil. "Aduh!"