Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dewa

Dewa

Seloroh Dewa asal dengan kekehan kecil. "Seharusnya kamu tidak bilang seperti itu, di kelas dia selalu merenung memikirkanmu, dia amat mencintaimu, Dewa. Dia sendiri yang bilang kepadaku." Kata Edvin berterus terang. Dia sudah tak sanggup menutupi kenyataan bahwa Chika tak bisa menanamkan benih cinta di hatinya. Cinta tak bisa dipaksakan, mungkin lebih indah jika dia mengalah dan coba melepaskan Chika.
9.97.6K viewsCompletedAdded to Library 190 Times as elok
Read
+Library
Nona, Tuan CEO Ingin Lebih dari Semalam

Nona, Tuan CEO Ingin Lebih dari Semalam

Elodie menatap Kai di sampingnya. Laki-laki itu berjalan satu langkah mendekatinya sebelum Kai menarik bagian krah handuk kimono yang ia pakai. Dari lehernya tampak kalung dengan liontin huruf E yang ia pakai. "Bagus, kan?" ujarnya. Elodie ragu-ragu menjawabnya dengan anggukan. "Gelangnya, Kak!" "Mana?"
9.8110.2K viewsCompletedAdded to Library 4.3K Times as elok
Read
+Library
Mata Elang

Mata Elang

Anthony langsung tancap gas menuju sebuah showroom mobil Mercy , dia sudah tidak sabar untuk membeli mobil impiannya. “Selamat datang Kak, silahkan lihat koleksi mobil kami,” ucap Sales ramah kepada Anthony. Anthony membalasnya dengan sebuah senyuman, lalu dia masuk sambil melempar pandangan ke mobil keren yang berjajar rapi. Dia tertarik dengan mobil Mercy berwarna hitam berlekuk anggun, silver khas logo seperti bintang menghiasi kap mobil. “Aku mau yang ini, Mbak,” kata Anthony mantap.
108.1K viewsCompletedAdded to Library 179 Times as elok
Read
+Library
LORO

LORO

' batin Bi Lisa. "Kenapa ini rumahku, Oma? Emang rumah mami kenapa? Apa ini rumah mami juga? Apa mami akan tinggal sama aku di sini? Wahh... ada kolam ikan, Oma!" Seru Carmen berhenti melangkah untuk melihat ikan-ikan koi gemuk berwarna-warni di antara air mancur yang suara gemericiknya kalah dengan kibasan ikan-ikan besar itu.
9.79.9K viewsCompletedAdded to Library 237 Times as elok
Read
+Library
Euforia

Euforia

Flashback Sebelum Eiden naik ke atas pohon, matanya fokus pada sesuatu yang berkilau diantara semak-semak, didekatinya semak itu dan menyingkirkan beberapa helai daun. Ternyata yang ditemukannya ada sebuah kalung berbandul kelinci, Eiden mengernyit. Kalung siapa? Diliriknya kanan dan kiri, namun tak kunjung menemukan seseorang selain dirinya disini. Ia kembali menatap kalung itu, Eiden pikir sebaiknya ia simpan saja siapa tahu nanti akan ketemu dengan pemilik kalung tersebut.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as elok
Read
+Library
Selìni

Selìni

Sedang berdasarkan perkiraan arah pandangan Calum, titik yg dimaksudnya berjarak memakan lebih dari sepuluh langkah dari tempat Elea berdiri. "Siapkan panahmu. Tembak saat titik sudah tepat di vital." Dalam hati Eleanor bergidik. Mereka hanya berburu ikan, bukan rusa, kelinci, atau hewan lainnya, bukan juga hendak menembak rogue berbahaya! Mengerikan sekali mendengar jika sasaran tembak harus tepat di vital agar dapat melumpuhkannya. Itu cuma ikan!
960 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as elok
Read
+Library
Elara: Penjaga Lembah Sunyi

Elara: Penjaga Lembah Sunyi

Di tangannya, ia menggenggam sebuah palu godam yang terbuat dari logam hitam dan berhiaskan tengkorak manusia. "Makhluk itu..." Elara berbisik, suaranya tercekat di tenggorokan. Ketakutan yang luar biasa mencengkeramnya, membuatnya sulit bernapas. Ia merasakan hawa panas yang membakar kulitnya, bahkan dari jarak yang cukup jauh.
10770 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as elok
Read
+Library
Koma

Koma

Awas kalau nanti ketemu bakal jadi ayam geprek dia (paling omong doang). Aku memandangi lukisanku, seorang anak perempuan kecil dengan gaun plokadot merah terlihat lahap memakan awan besar yang ia duduki, ditambah pelangi diatasnya. Kurasa lukisanku biasa aja, enggak ada yang aneh atau lucu. Lalu kenapa si Oja ketawa? 
102.8K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as elok
Read
+Library
RETAK

RETAK

Dia hanya memeluk tubuh sendiri dengan mengamankan benda yang tadi dibeli. Sorot matanya tertuju ke depan jalan. Tak begitu banyak kendaraan yang tampak hilir-mudik di jalanan sana. Namun, bola mata Vitaloka terkunci di salah satu objek di seberang jalan tepat dekat toko roti. Vitaloka mengenali plat mobil dan mobil pajero putih tersebut. Bahkan dua orang yang baru saja memasuki mobil, dia mengenalinya. Itu Sebastian dan Nesya.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 110 Times as elok
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status