Mencintai Seorang Climber
“Jauh Teh, tadi aku jalan kaki ke luar dari wilayah ini, akhirnya nemu penjual nasi kuning gerobakan, dan serabi juga gerobakan. Kayaknya di jalan ini mah, nggak ada warteg atau warung ampera, yang ada kafe sama restoran, tapi sepagi ini belum buka. Minimarket juga belum buka.”
Mereka sarapan. Emaknya lebih suka makan serabi oncom, lalu meneguk teh manis hangat yang airnya berasal dari dispenser.
Sebuah chat muncul di ponsel Nanang, dari Marco, katanya taksi sudah OTW ke rumah itu, untuk mengantar emak ke pool mobil travel.
Hot Chapters