Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
AKU YANG KAYA DIA YANG SOMBONG

AKU YANG KAYA DIA YANG SOMBONG

Mereka tak terima dengan ucapannya yang seakan seakan menganggap enteng seorang perempuan. Tiba tiba segerombolan emak emak maju mendekati A' Jarwo, ada yang membawa sapu, tempat sampah, panci, tevlon, wajan, kompor, meja,kursi, lap,sambal, kulkas masih kredit bayar cicil mingguan dll.
1038.6K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as emak emak stw
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

Emak memberi tahu Bang Asman, seolah sedang mempromosikan barang dagangannya. “Iyo, Mak,” jawab bang Asman sopan. “Sulit cari gadis macam ni zaman sekarang. Muko lawo, masak pandai, mengurus rumah pandai, mengaji pandai. Apo lagi nak dicari,” ujar Emak dengan bangga. Aku yang sedang mondar-mandir menghidangkan lauk tertunduk malu. Bah tampak tidak senang dengan kata-kata Emak. “Mengapo kau ni, Mah? Macam nak kau jual anak aku kepada Asman.”
108.4K viewsCompletedAdded to Library 260 Times as emak emak stw
Read
+Library
SUSUK JAIPONG

SUSUK JAIPONG

"Assalamualaikum Emak, nuju naon?" (Assalamualaikum Emak, lagi apa) "Waalaikumsalam Jang Faiz, Emak nuju bebersih buaran." (Waalaikumsalam Jang Faiz, Emak lagi membersihkan halaman). "Emak Faiz bade ngajakan Neng Cahyati ka Sawah sareng ka pasar Mak." (Emak Faiz mau mengajak Neng Cahyati ke Sawah dan ke pasar Mak). "Mangga Jang"
1010.1K viewsOngoingAdded to Library 292 Times as emak emak stw
Read
+Library
Mahar Sepuluh Ribu

Mahar Sepuluh Ribu

Sebagai sahabat dari Bu Sekar Bu Emma tidak terima dengan perlakuan Bu Ida yang tersinggung perasaannya. "Ya, ini 'kan cuma untuk menghargai yang punya rumah saja. Aslinya kita suka steik ya, Bu!" Tisna menjawab obrolan itu. Wanita yang lebih tua dari Dimas tiga tahun itu tersenyum pada Ibunya. Ida manggut-manggut setuju dengan kalimat putri sulungnya. Bu Sekar tersenyum. "Orang aneh suka stiek makan sebakul!" oceh Bu Emma, berlaku dari hadapan tiga wanita yang melongo mendengar ucapan tetangga Ajeng itu.
1011.3K viewsCompletedAdded to Library 371 Times as emak emak stw
Read
+Library
Aku Mbabu, Kau Hadirkan Madu

Aku Mbabu, Kau Hadirkan Madu

Ting! W******p dari emakku. Rupanya beliau sudah baca WA yang kukirim 30 menit lalu. [Ini beneran kamu beliin Emak emas 10 gram? Ya, ampun, Ocha, kamu hebat sekali, Nak. Baru kerja sudah bisa bahagiakan Emak. Tahu gini, Emak akan ngizinin kamu kerja dari dulu, Cha. Tahu, nggak, sih? Tadi Emak langsung bikin status emas ini. Semua orang tanya sama Emak beli di mana? Berapa gram? Bagus banget. Pokoknya, Mak seneng banget. Makasih, ya, Cha. Kamu hati-hati di sana. Pokoknya Emak akan selalu dukung apa pun yang kamu lakukan di sana. Asalkan menghasilkan banyak uang. Ingat, Nak! Uang adalah segalanya dan dengan uang kita bisa dihormati banyak orang.]
7.724.9K viewsCompletedAdded to Library 771 Times as emak emak stw
Read
+Library
Berpisah Untuk Bersatu

Berpisah Untuk Bersatu

Jelas-jelas Ema warga Jerman asli. "A little, Ayung." (Sedikit, Ayung) Ema menyahut dengan mata berbinar-binar gembira. Membelokkan mobil ke jalan kecil berkonblok setelah jembatan kecil yang disampingnya terpasang papan nama bercat biru muda dengan tulisan Ever Green Apartment. "Apa kabar, kabar baik … Nama saya Emanuela. Saya dari Jerman dan sebentar lagi saya akan punya seorang baby kecil. Hahahaha … Salah atau betul, Ayung?" Wow, saking kagumnya aku justru membelalak. Untung Ema mencolek lenganku menagih jawaban. Kalau tidak? Mungkin aku akan terus membelalak sampai tahun depan.
1014.0K viewsCompletedAdded to Library 502 Times as emak emak stw
Read
+Library
Mendadak Kembar

Mendadak Kembar

"Bapak Ibu, kok banyak banget masak makanan?" "Iya Mel, ini semua spesial buat kamu, semua ini makanan kesukaan kamu kan? Mulai hari ini kamu udah ga boleh sedih lagi, kamu harus ingat, masih ada Bapak dan Ibu yang selalu ada di sampingmu." "Ada Bram juga Bu." kata Bram dengan begitu polosnya. Mereka semua lalu memandang Bram dan tertawa bersama. *** Seorang wanita paruh baya tampak begitu sibuk dengan tumpukan kertas di depannya. "Bagaimana jeng Ratna?"
105.0K viewsOn holdAdded to Library 114 Times as emak emak stw
Read
+Library
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Sementara, air di westafel terus saja mengalir. ****** “Yeeeey.. Sampai!!” teriak Emmy kegirangan. Kelima mahasiswa itu sedang bersandar di pagar dek kapal. Mereka memandangi menara khas Lampung, Menara Siger yang menyerupai mahkota tradisional. “Welcome to Lampung,” ucap Lili yang sedang membaca tulisan besar yang ada di tepi daratan. “Laper banget gua. Habis ini kita cari rumah makan ya guys?”
108.9K viewsOngoingAdded to Library 248 Times as emak emak stw
Read
+Library
Mendadak Digerebek

Mendadak Digerebek

“Makasih, Mak.” Syams memeluk Emak yang merentangkan kedua tangannya. “Pergilah. Kamu tidak boleh pulang tanpa Starla.” Emak menepuk bahu anaknya dengan lembut. “Emak tidak mau memiliki menantu selain Starla. Kamu harus membawanya kembali pulang.” Syams melepaskan pelukan. Dia hapus air mata yang mengalir di pipi Emak. “Aku akan membawa Starla pulang, Mak,” ucap Syams penuh tekad.
1018.0K viewsCompletedAdded to Library 556 Times as emak emak stw
Read
+Library
TERSESAT DI SARANDJANA

TERSESAT DI SARANDJANA

Bab 24 Mereka terus memperhatikan Paduka Anang yang sibuk meracik cilok bumbu kacang ke dalam mangkuk. "Harum banget ya Abangnya," puji salah satu Emak. "Kek bukan bau parfum, tapi bau badannya memang harum." "Keringat bidadari apa bidadara tuh?" goda Emak yang banyak kutu. "Bidadara dong ...." balas yang lain sambil ketawa-ketiwi. "Kan Abangnya cowok."
102.8K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as emak emak stw
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status