Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Love, Lies, and The Price of Desire

Love, Lies, and The Price of Desire

Tempat sampah berdiri tiga meter jauhnya--cukup dekat untuk dipantau, cukup jauh untuk membuat penyangkalan yang masuk akal. Ia merogoh tasnya dan mengeluarkan bungkusan plastik kecil berwarna merah seukuran buku paperback. Plastik tebal dengan segel kedap udara, isinya cukup berat untuk membuat tas terasa berat sebelah sepanjang perjalanan. Tanpa melihat isinya, ia bangkit dari bangku dan berjalan menuju tempat sampah. Aroma campuran sampah organik dan karton basah menyerang indera penciumannya.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai ember kecil plastik
Baca
+Pustaka
Aku Tak Bodoh

Aku Tak Bodoh

Sebelum pergi makanan dan minuman itu, ku susun ke dalam plastik kresek besar berwarna gelap. Ku susuri sebuah gang, yang hanya bisa dilalui oleh dua unit sepeda motor secara bersimpangan dari balik tembok rumahku ini. Plastik isi makanan, ku gendong di depan dada, karena sedikit berat jika harus ditinting. Aku juga khawatir bila-bila saja plastik yang membawa beraneka makanan itu amblas karena keberatan beban. Rumah Wak Emi dan Kak Loli tak begitu jauh. Jika kami berada di depan jalan besar, sedangkan rumah mereka berada di dalam gang ini.
9.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 345 kali sebagai ember kecil plastik
Baca
+Pustaka
Aku Milikmu, Tuan Arsya!

Aku Milikmu, Tuan Arsya!

pekiknya kesal. Ken yang penasaran langsung mendekatkan wajahnya. “Memangnya apa—” Kalimatnya terputus, mata laki-laki itu ikut membesar. Di dalam kotak tersebut terdapat berbagai macam pengaman dengan aneka rasa dan warna mencolok. Bubble gum. Banana. Durian. Grape. Strawberry. Lengkap seperti minimarket. Dan bukan cuma itu, ada dua surat kecil yang sudah diberi nama masing-masing.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai ember kecil plastik
Baca
+Pustaka
Mendadak Menikah Dengan Klien Papa

Mendadak Menikah Dengan Klien Papa

Keresek yang Kenzo bawa dari minimarket kini telah berganti fungsi menjadi tempat sampah berisi kaleng minuman ringan yang telah kosong, bekas kondom dan gulungan tissue kering dan basah yang kotor bekas membersihkan sisa-sisa cairan cinta Kenzo. Kenzo memasukan keresek putih dengan logo frinchase minimarket itu ke dalam tong sampah yang tersedia di mobil sebelum kemudian memacu kendaraannya pulang ke Penthouse.
1089.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai ember kecil plastik
Baca
+Pustaka
Gairah Terlarang: Sahabat Suamiku, Nafsu Rahasiaku

Gairah Terlarang: Sahabat Suamiku, Nafsu Rahasiaku

Pintu ditutup kembali, dan dari dalam kantong plastik itu, Yessa mengeluarkan beberapa kotak kecil—testpack dengan lima merek berbeda. “Aku harus pastiin biar gak kepikiran, semoga aja dugaan aku gak bener.”
10243.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.1K kali sebagai ember kecil plastik
Baca
+Pustaka
Kembalinya Istri Kaya sang CEO

Kembalinya Istri Kaya sang CEO

tanya Noah pada Ken. “Tentu saja om. Seru sekali, lain kali om harus ikut,” jawab Ken. “Kami bawakan ini,” seru Ken menunjukkan satu plastik yang berisi beberapa bok pizza. “Apa itu tidak berat? Biar om bantu.” “No, om. Ini ringan,” ucap Ken. Padahal terlihat jelas jika anak itu kesulitan membawa plastik yang besarnya hampir sama dengannya.
1012.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 368 kali sebagai ember kecil plastik
Baca
+Pustaka
Detektif Janeta : Memburu Pembunuh Madu Tua

Detektif Janeta : Memburu Pembunuh Madu Tua

tanya Janeta ketika sampai di ambang pintu dapur yang memang terbuka akses ke taman. “Yang itu!” jawab Bik Imah sambil menunjuk sebuah kantong besar berwarna hitam yang berisi sampah. Janeta membawa kantong besar itu ke depan untuk di letakkan di bak sampah. Sebelum meninggalkan plastik sampah itu di sana, Janeta sedikit memeriksa isinya yang ternyata adalah piring-piring plastik dan gelas air mineral yang biasa di gunakan orang untuk kepentingan hajatan.
108.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 311 kali sebagai ember kecil plastik
Baca
+Pustaka
SENTUH AKU BANG! BERI AKU NAFKAH BATHIN!

SENTUH AKU BANG! BERI AKU NAFKAH BATHIN!

“Emang berapa harga satu bungkus kecil Kayak gini Ma?” “Kalau disini dua puluh ribu rupiah satu bungkus aren plastik kecil, dikebun lebih murah, sepuluh ribu rupiah setengah kilonya. Kalau ambil kiloan lebih murah, lima belas ribu rupiah satu kilogramnya. Dan yang lebih nikmat itu minum air aren yang baru keluar dari pohonnya, ada asam-asam manisnya.” Mama bercerita panjang lebar.
1012.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai ember kecil plastik
Baca
+Pustaka
BAKTI SI ANAK LAKI-LAKI YANG TIDAK DIHARGAI

BAKTI SI ANAK LAKI-LAKI YANG TIDAK DIHARGAI

Didalam plastik itu juga ada gula satu kilo dan teh satu kotak. Ibu membuka bungkusan plastik itu, seketika mukanya berubah masam, "kalau gak niat ngasih, lebih baik gak usah ngasih sekalian Tur, ini mah cuma cukup untuk makan sehari!" cela ibu seraya meletakan dengan kasar gula kedalam plastik.
1023.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 670 kali sebagai ember kecil plastik
Baca
+Pustaka
DILAMAR MALAIKAT MAUT

DILAMAR MALAIKAT MAUT

Mereka membawa dua bungkusan plastik besar berwarna hitam, entah apa isinya. Sampai didalam metro mini mereka membuka bungkus plastik dan mengeluarkan beberapa bungkus permen. Ia menawarkan kepada para penumpang barang dagangannya. Mereka menawarkan dari kursi ke kursi. Katanya harganya murah. Mereka menawarkan sambil memohon, namun tak ada yang beli. Salah satu dari mereka mendekat dan menawarkannya padaku. Kukatakan padanya aku tidak makan permen. Anak kecil itu berkata,
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai ember kecil plastik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status