Sehidup Semati Yang Teringkari
Kemudian, perusahaan mulai mengembang, Erik pun semakin sibuk, lambat laun dia tidak lagi mengintip buku harian Nelsi.
Erik pernah melihat Nelsi menulis di ruang kerjanya beberapa kali.
Setelah itu, dia tidak punya ingatan apa-apa lagi.
Erik asal membolak-balik halaman buku itu, dia tidak berniat membacanya.
Dia pun langsung membuka halaman terakhir, hanya ada satu kalimat di sana.
[Erik, selamat tinggal.]
Erik memperhatikannya dengan diam, amarah perlahan muncul di hatinya.
Hot Chapters