Tergoda Pesona Ibu Mertua
aku menatap Erik, "Pak Erik, maaf sebelumnya aku minta tolong urus surat resign-ku, ya. Nanti aku ke sini lagi.”
Erik tiba-tiba ngomongnya jadi canggung. “Iya, Mr. Raka, nanti akan segera saya urus. Agar Mr. Raka tidak bolak-balik, sebaiknya nanti saya saja yang antar ke sana."
“Lah, kok ngomongnya jadi aneh gitu? Biasa aja, Rik,” kataku, terkekeh.
"Nggak apa-apa Mr. Raka, saya merasa tidak enak jika memanggil nama, nanti akan segera aku urus." Erik sampai membungkuk dan tersenyum.