Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

"Dengarkan, waktu... kami tidak datang untuk mencuri. Hanya untuk menyambung yang putus. Kembalikan yang belum selesai." Cahaya lilin mulai bergetar. Bayangan mereka menari di dinding. Jam berdetak makin pelan. Sampai akhirnya... berhenti. --- Tiba-tiba, seluruh warung gelap. Tapi mereka masih bisa melihat satu sama lain. Karena cahaya kini datang dari dalam jam dinding. Permukaannya berubah menjadi seperti air. Gelombang waktu bergelombang pelan. Dan di baliknya, tampak wajah kecil... Rani kecil. Usia enam tahun. Menangis di lorong tanpa cahaya.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai eren waktu kecil
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda

jawab Kenzo sembari menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya. “Ck! Hanya dua detik, tidak perlu dipermasalahkan,” decak Kenzie. “Tidak boleh menyepelekan waktu meskipun hanya dua detik.” “Nye nye nye nye lala lala, terserah kau saja,” sahut Kenzie tak mau meladeni. “Aku tidak suka dengan orang yang tidak on time, apalagi sampai menyepelakan waktu dan merasa tidak bersalah!” tekan Kenzo
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 318 kali sebagai eren waktu kecil
Baca
+Pustaka
Perselingkuhan Yang Manis

Perselingkuhan Yang Manis

Berarti masih ada satu jam lagi sebelum Kevin pulang. Melihat ayunan, perosotan, dan berbagai tempat main anak-anak lainnya, Nabil kembali terbawa ke masa kecil. Dulu, di usia lima tahun, Nabil juga sudah bersekolah di taman kanak-kanak. Tapi dia tidak sendiri. Dia bersama adiknya yang saat itu masih berumur empat tahun. Pada saat itu, untuk anak-anak yang baru berumur empat tahun disebut dengan kelas nol kecil. Sedangkan yang sudah berumur lima tahun disebut kelas nol besar.
1014.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 415 kali sebagai eren waktu kecil
Baca
+Pustaka
Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

"Nah, sebelum kalian masuk ke Tanah Kebahagiaan, pikiran dan perasaan kalian mendapatkan 'percikan air ajaib' ini. Semua rasa khawatir---seperti 'nanti pulang jam berapa' atau 'PR belum selesai'---secara perlahan menghilang. Hati jadi lebih ringan, seolah-olah ingin terbang." Dia melanjutkan, "Di otak kita ada 'jam kecil' yang selalu mengingatkan kita tentang waktu dunia. Sebelum masuk, jam kecil itu diberikan waktu untuk tidur sebentar. Makanya nanti saat kalian di sana, kalian tidak akan memikirkan tentang 'besok harus sekolah' atau 'nanti sore ada les'. Otak kalian sedang bersiap untuk memakai 'jam kecil' yang ukurannya bukan menit atau jam, tapi... seberapa lebar senyum kalian, dan seber
561 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai eren waktu kecil
Baca
+Pustaka
Musim Dingin Tak Mengenal Waktu

Musim Dingin Tak Mengenal Waktu

Tujuh hari setelah diselamatkan dari percobaan bunuh diri, Reina menjadi istri yang "pendiam" seperti yang diharapkan Bayu. Dia tidak akan terus-menerus berbagi hal-hal menarik yang baru ditemukannya. Tidak marah-marah dan mempertanyakan Bayu karena melihat bekas lipstik di kemejanya. Dia tidak akan terus-menerus mengawasi dan mencurigai Bayu yang mengaku telah berhenti selingkuh, dengan siapa saja dia berkomunikasi setiap hari. Seperti yang diharapkan Bayu, dia diam, tidak mengganggu, dan memberinya kebebasan mutlak. Jadi, ketika dia terluka setelah terseret dalam insiden penyanderaan besar saat berbelanja di mal, Reina hanya membuat laporan di kantor polisi sendirian, lalu diam saja pergi
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai eren waktu kecil
Baca
+Pustaka
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Cerita Sampingan 3: Masa Depan di Tangan Xiao Yu Waktu berlalu bagaikan sungai yang tenang namun tak pernah berhenti mengalir. Sepuluh tahun telah berlalu sejak perjalanan kami ke Selatan, dan Xiao Yu kini berusia tujuh belas tahun. Ia bukan lagi anak kecil yang berlari mengejar kupu-kupu — ia kini seorang pemuda tegap, bermata tajam namun lembut, dengan senyum yang mewarisi kehangatan Hongwu dan kebijaksanaanku.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai eren waktu kecil
Baca
+Pustaka
Masih Ada Waktu

Masih Ada Waktu

Ari melihat mereka menggangguk sebagai isyarat setuju. "Oke, dikarenakan sekarang masih jam 8 kurang 15 menit, ada 15 menit untuk kalian bersiap-siap. Jangan lupa keluarkan buku catatan, pulpen, tipe-x. Jangan lupa juga, matikan handphone kalian atau silent aja karena ini merupakan salah satu sikap menghargai seseorang. Paham?" "Paham, Kak." ❄ Jam istirahat telat tiba, semua penghuni kelas berbondong-bondong menuju tempat favorit di setiap sekolah. Apalagi kalau bukan kantin? Tempat yang paling disukai oleh ratusan pelajar.
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 257 kali sebagai eren waktu kecil
Baca
+Pustaka
Lima Tahun Usai Berpisah

Lima Tahun Usai Berpisah

BAB 121 SEPULUH TAHUN YANG LALU Langit sore mulai meredup ketika suara tawa anak-anak masih terdengar di gang sempit perkampungan kecil di pinggiran kota. Najwa, bocah perempuan berusia delapan tahun, berlari kecil mengejar bola plastik yang meluncur ke jalan raya. Tanpa sadar, langkah kakinya melampaui batas aman dari gang sempit itu.
8.452.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai eren waktu kecil
Baca
+Pustaka
Semakin Red Flag Semakin Cinta

Semakin Red Flag Semakin Cinta

Ia hampir saja keceplosan dengan menceritakan pengalamannya bersama Ale pada Rain. ”Waktu kecil.” Lady lekas menjawab. ”Waktu kecil?” Rain mengernyit. “Iya, waktu kecil ibu suka bawa aku naik bianglala. Aku tuh udah happy banget.” Rain mengulas senyum. “Aku pikir dalam waktu deket ini.”
920.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 492 kali sebagai eren waktu kecil
Baca
+Pustaka
Attack of Playboy

Attack of Playboy

“Lavender’s blue dilly dilly~ lavender green. When I am king, dilly dilly, you shall be queen. Who told you so, dilly dilly, who told you so? Twas my own heart dilly dilly, that told me so~” Layaknya mengendarai mesin waktu, Aika sampai di tempat kenangan yang hilang. Suara Levin saat ini menyatu dengan suara anak kecil di masa lalu. Anak kecil itu memeluk Aika di antara semak belukar. Bernyanyi lembut demi menghentikan tangis ketakutan yang tak kunjung reda. “Kata papaku, ini udah malem, jadi harus tidur,” bisik Levin kecil.
7.53.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai eren waktu kecil
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status