PENDEKAR CAMBUK HALILINTAR
“Iya, saya ingin bicara empat mata dengan Rake Pradipa. Tolong pintunya ditutup dulu.”
“Baik, Gusti!”
“Ceritakan pada saya tentang orang yang bernama Nyi Jayanti itu,” pinta Raden Anom kemudian, ketika Rake Pradipa telah duduk kembali di kursinya tadi.
“Baik, Gusti. Nyi Jayanti salah seorang pejabat tinggi di puri kadipaten itu. Dulu, semasa Baginda Prabu yang terdahulu beliau adalah seorang Wiyasa di sebuah wilayah watek. Wisaya terbaik. Beliau orangnya sangat jujur, bersih, dan juga tegas. Menjelang Prabu Nararyawardhana lengser keprabon, Nyi Jayanti diangkat sebagai wakil adipati di kadipaten ini.”