Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tertawan Cinta Bodyguard Tampan

Tertawan Cinta Bodyguard Tampan

Ia masuk ke dalam mobil membawa kopi pemberian Dion yang baru dinikmati saat berada di kursi penumpang. “Hhm ... hazelnut. Mas Dion minum kopi kayak gini? Bukannya Venus bisa alergi kalau kena ini. uhh ...” Rei bergumam penuh tanda tanya lalu menyesap kopi tersebut tanpa masalah meski ia tidak begitu menyukai kopi dengan tambahan perisa hazelnut seperti itu. Mata Rei lalu membaca pesan yang tertulis di gelas kopi yang tengah ia pegang. Biasanya barista akan menuliskan pesan berupa nama pembeli kopi namun kini yang dibaca Rei adalah pesan yang cukup aneh.
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai filosofi kopi adalah
Baca
+Pustaka
Tetangga Kos Menawan

Tetangga Kos Menawan

terang gw ke Rena "gini gini, kalo ibarat kopi item nih ya lo tambahin gula gula sedikit demi sedikit, trus lo rasain...kalo emang masih kurang ya lo tambahin lagi sampe rasanya pas" terang gw ke Rena setengah ngelantur "loh apa hubungannya hidup gw sama kopi ?" tanya Rena setengah keheranan "ya ada dong Ren, tiap orang khan pasti punya pahit dan manis nya idup. Nah sekarang kalo lo emang baru ngerasain paitnya, ya lo usaha cari gulanya lah !" gw sendiri berfilosofi
8.918.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 563 kali sebagai filosofi kopi adalah
Baca
+Pustaka
CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU

CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU

Pagi itu langit Nusant diselimuti kabut tipis. Aroma kopi yang baru diseduh mengisi udara di penthouse Raditya. Alya berdiri di dapur, mengenakan sweater abu-abu kebesaran milik suaminya, sementara Raditya duduk di meja makan, membaca buku tua warisan Helix Wijaya- tentang filosofi digital dan etika kecerdasan buatan.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai filosofi kopi adalah
Baca
+Pustaka
Terpikat Janda Seksi

Terpikat Janda Seksi

“Kopi itu rasa, Ver. Kopi memang tumbuh di bumi sama seperti gula. Tapi yang membuat kopi nikmat bukan cuma takaran. Bukan hanya rasa yang tercipta di atas lidah. Kopi nikmat adalah yang membuat semua indramu bekerja.” “Kopi yang nikmat bukan kopi yang membuat penikmatnya tersenyum. Ada kalanya mereka menangis, tertawa menertawakan dirinya sendiri yang masih belajar memahami panjangnya perjalanan hidup. Kopi yang nikmat akan membuatmu ingat pada satu titik. Titik di mana kita merasa cukup bagi semesta.” Wilda tersenyum lebar, mengakhiri kalimatnya. “Ah, sok filosofis lu,” jawab Vero sambil melempar serbet yang menggantung di bahunya. Serbet yang kini jadi menggantung di wajah tertekuk laki-l
9.9107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai filosofi kopi adalah
Baca
+Pustaka
BUKAN OB BIASA

BUKAN OB BIASA

Sekarang, karena keseringan menghabiskan waktu bersama, Nadya justru mulai terpengaruh dengan minuman kesukaan Adam, kopi setengah manis. Filosofi Adam, "Hidup itu seperti kopi, ada pahit dan ada manisnya. Semua itu, tergantung cara kita menikmatinya.' Sepertinya, hal itu mulai mempengaruhi pola pikir Nadya dan membuatnya mulai menyukai minum kopi. Bukakah itu aktifitas yang biasa dilakukan oleh orang pacaran? Tapi, seperti wejangan ncang Ari sebelumnya, jangan sampai ia terjebak di zona seperti itu. Adam harus memberanikan diri untuk melangkah ke tahap selanjutnya, mengungkapkan cintanya.
9.1171.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.7K kali sebagai filosofi kopi adalah
Baca
+Pustaka
Perempuan Kopi

Perempuan Kopi

Adrian meletakkan kopi itu di atas meja, lalu duduk di sisi Airin. Airin mengambil cangkir berisi kopi tanpa gula buatan Adrian lalu menghirupnya sesaat kemudian menyesapnya pelan. Adrian tersenyum melihat ritual yang dilakukan Airin ketika menikmati kopi. “Why?” tanya Airin. Adrian menggeleng. Airin tersenyum. “Bahkan, Tuhan saja cemburu. Apalagi manusia, Yan…” Adrian kembali menarik napas dalam. “Aku mulai ragu dengan perasaanku, Kak,” desahnya. “Dan, tampaknya hal itulah yang menjadikan semuanya kacau.”
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 318 kali sebagai filosofi kopi adalah
Baca
+Pustaka
Kesombonganmu Kubayar Tunai

Kesombonganmu Kubayar Tunai

Ia benar-benar memikirkan kebutuhan pengunjung saat ini, khususnya para anak muda. Rizki mengaduk pelan kopi susu yang sudah tersaji di depannya. Kopi yang masih mengeluarkan uap panas sehingga mampu membuat siapapun yang terkena aromanya merasa rileks. Sedangkan Frans memilih untuk memesan kopi hitam favoritnya. “Pesanan terakhir gimana? Aman?” tanya Frans. “ . Gue udah contact bandar yang biasa kita pesen. Harganya juga masih sama.”
1048.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai filosofi kopi adalah
Baca
+Pustaka
Dalam Jeratan Bodyguard Tampan

Dalam Jeratan Bodyguard Tampan

Mungkin Pak Rinto meminta bantuan, pikir Kara. "Tinggal satu lagi," gumam Kara. Matanya fokus menatap ke Kaisar, lelaki yang sedang meminum secangkir kopi di pos. Pagi, siang, malam lelaki itu tak bosan terus-terusan minum kopi. Seperti tiada satu hari pun tanpa meminumnya, padahal minum terlalu banyak kopi bisa mengganggu kesehatan tubuhnya sendiri.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai filosofi kopi adalah
Baca
+Pustaka
Hello to Papa

Hello to Papa

Aku bahkan tidak pernah menyangka pada diriku bisa melakukan hal buruk yang bisa meruntuhkan semua impianku, masa depanku, kebahagiaanku. Aku terus menatap kopi di hadapanku, kopi yang hampir mirip dengan susu. Kalau tidak salah Kakek Pion menyebutnya Piccolo cofee. Atau apalah itu, aku masih sangat asing dengan nama-nama kopi di sini. Sesekali aku mengaduk kopi milikku, melihat pelanggan yang beragam aktivitas membuatku tersenyum. Terlebih lagi saat aku melihat pelanggan yang tengah mengerjakan tugas kuliahnya.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai filosofi kopi adalah
Baca
+Pustaka
EGO

EGO

ajak Fikri. "Boleh," balas Elzora. Sepanjang jalan tak putus pula perbincangan. Selalu ada bahan untuk dibicarakan. Entah sebuah hal penting bahkan tidak penting sekalipun. Berhenti pada sebuah kedai kopi langganan Fikri. Pemilik kedai yang cukup terkenal di Bali itu milik teman lamanya. Secangkir kopi robusta atau arabika. Pasti akan membuat semuanya semakin baik.
4.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai filosofi kopi adalah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status