Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Setelah Kau Mendua

Setelah Kau Mendua

Gita mulai panik, tapi ia berusaha untuk menguasai keadaan. “Apa maumu sekarang?” tantang Gita. “Tidak ada! Aku akan membuat orang-orang yang bersekongkol dengan Firda merasakan sakit seperti yang aku rasakan. Selamat menunggu karma!” Bara beranjak dari duduknya dan kemudian keluar dari apartemen Gita. Gita masih duduk di sofa, ia sangat kesal dengan Bara. “Huh, kamu pikir aku akan takut dengan gertakan! Kamu belum tahu siapa aku!” gumam Gita.
1075.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai firasat berdebar
Baca
+Pustaka
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

"Sarbarita datang menemui kalian...!" Suaranya penuh dengan keputusasaan yang tidak tertahankan. Sebelum ada yang sempat menyadari apa yang ia rencanakan—bahkan Faris Abbas yang berdiri paling dekat dengannya pun tidak sempat bereaksi terhadap kegilaan itu—kejadian tragis itu terjadi. Braaaakk....!
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai firasat berdebar
Baca
+Pustaka
HASRAT TAK BERNAMA

HASRAT TAK BERNAMA

Tanpa prosedur pendaftaran, tanpa pertanyaan. Zayn mengangkat Vreya dari jok belakang dan membaringkannya di tandu “Dia keracunan. Dua puluh menit lalu. Tanda-tanda: kejang ringan, mulut berbusa, tekanan jantung melemah!”
10721 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai firasat berdebar
Baca
+Pustaka
Pesona Istri Yang Disia-siakan

Pesona Istri Yang Disia-siakan

Ia bergegas membersihkan badan, sholat dan pergi merebahkan tubuh di atas kasur. "Adik Deja maafkan bunda pulangnya hari ini terlalu larut, ya," ucap Latifa pada Deja. Latifa membelai lembut kepala anak gadisnya yang sudah terlelap kala dirinya baru tiba di rumah itu. Sambil menunggu rasa kantuk hadir Latifa memilih berselancar jarinya di benda pipih miliknya. _"Mas Harsa, maaf Latifa baru pulang kerja,"_ notifikasi pesan Latifa luncurkan pada Harsa kala melihat riwayat lima panggilan tak terjawab darinya.
1010.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 410 kali sebagai firasat berdebar
Baca
+Pustaka
HASRAT TERLARANG ADIK TIRI

HASRAT TERLARANG ADIK TIRI

Muak adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan raut wajahnya saat ini. Ada jeda sesaat dalam hiruk pikuk saat ketiganya bergerak melewati tirai beludru tebal yang memisahkan lobi dari lantai dansa utama. “Oh, Zero! Menangkan pertarunganmu malam ini!” teriak seorang pria dari balik bar. Suara itu segera disambut sorakan-sorakan lain yang bersemangat. Zero.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai firasat berdebar
Baca
+Pustaka
Bareksa

Bareksa

"OMG Girls!" Teriakan itu membahana di kamar Padma yang luas. Begitu melihat Nala dan Dewi, gadis itu langsung bangun dari tidurannya dan menggeser tubuh untuk memberikan tempat bagi kedua temannya itu duduk di ranjang. "Lihat, aku luka-luka gini! Keren kan? Kalau nggak dijemput Nala, mungkin aku sudah mati!" Dewi tampak menahan diri untuk menoyor kepala Padma. "Sembarangan saja kalau ngomong. Lagian ya, setahuku yang biasanya heboh itu yang menjenguk, bukan yang lagi dijenguk."
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai firasat berdebar
Baca
+Pustaka
Antara Kita Bertiga

Antara Kita Bertiga

Semalam, Andi benar-benar berangkat ke bandara bersama Vanessa, meninggalkan sisa-sisa amarah dan sesak yang belum sepenuhnya reda. ​Begitu kesadaranku pulih sepenuhnya, gerak refleks pertama yang kulakukan adalah meraba meja samping tempat tidur dan menyambar ponsel. Layar menyala menampilkan deretan notifikasi aplikasi, tetapi tidak ada satu pun pesan atau panggilan dari Andi. Bahkan sekadar basa-basi formal tentang penerbangannya pun nihil.
10480 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai firasat berdebar
Baca
+Pustaka
Safir dan Delapan Berandal

Safir dan Delapan Berandal

00 sore adalah jadwal Ferdi pulang. Menatap ke arah langit, Safir dibuat khawatir dengan cuaca yang mendung. Kemungkinan besar hujan akan datang mengguyur kota Bandung. Kepala Safir kini bergerak menoleh ke rumahnya, lantas menggeleng pasrah.
10628 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai firasat berdebar
Baca
+Pustaka
Mimpi Buruk Di Depan Bar

Mimpi Buruk Di Depan Bar

Tiba-tiba, sahabatku memberi usul, “Bar itu pasti punya CCTV, bilang saja kamu diracuni, lalu minta rekaman CCTV-nya untuk melihat apa yang terjadi.” Mengikuti sarannya, aku langsung pergi ke bar tersebut setelah kelas selesai. Awalnya manajer bar enggan melayaniku dan menganggap aku hanya membuat keributan. Namun, karena aku terus mendesak berulang kali, akhirnya dia setuju untuk membuka rekaman CCTV hari itu. Sayangnya, bar itu hanya punya CCTV di dalam ruangan, tidak ada CCTV di luar. Yang artinya adegan saat Calvin melecehkanku tak terekam.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai firasat berdebar
Baca
+Pustaka
Bara Dendam Membara

Bara Dendam Membara

Dia belum tahu bahwa perasaan tersebut adalah naluri, semua firasat tersebut mulai terbangun tepat ketika pintu utama rumah mereka terbuka untuk orang ketiga Suatu hari ketika sore matahari hampir tenggelam, suasana Kediaman Zhang terasa berbeda. Zhuo sedang duduk di ruang belajar, menekuni buku matematika di dalam angka-angka tersusun rapi, tetapi pandangan mata sesekali beralih ke arah pintu setengah terbuka, disaat terdengar suara langkah kaki lebih berat dan lambat, seolah enggan dikenali siapapun.
617 DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai firasat berdebar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status