Garwa, Satu Hati Sampai Nanti
Keluar buat seneng-seneng, apa maksudnya itu.
Semua pertanyaan itu tiba-tiba memenuhi ruang pikir perempuan yang baru tiga hari resmi menjadi istri Ismoyo. Lelaki itu menurunkan tangan kanannya yang semula di atas paha, menangkupkannya pada telapak kiri si istri, lalu mengusap lembut. Saat Yanti menoleh padanya, dia memejamkan mata sambil menggelengkan kepala. Seperti mengerti isyarat yang diberikan si suami, Yanti menaikkan garis bibir.
"Bener, ya. Awas aja kalau sampai istrimu ini cemburu. Aku nggak nangung lho," ucap Safira kemudian, disertai tawa yang lumayan keras.
Hot Chapters