MENGGILING KACA DI WAJAH PEREBUT KEKASIHKU
Di balik pintu aku menyandar sambil menekan Dadaku, mencoba menahan air mata yang terus mendorong dan bergejolak di batinku, aku menangis meratapi nasibku yang selalu dikhianati serta kamar tidurku yang sudah dinodai, ada foto pernikahan kami, foto pernikahan yang berdiri saling berdampingan dengan senyum paling bahagia.
Kuraih pigura dari dinding selalu menghempaskannya ke lantai dengan teriakan yang sangat kencang.
"Biadab!" Tangisanku makin luruh seiring dengan berdentingnya keping keping kaca ke lantai, batinku hancur seperti kepingan pigura itu.
Tok, tok.
"Ibu, apa ibu baik baik aja?" Asisten rumah tanggaku pasti panik mendengar keributan yang kubuat.
인기 회차