Hotel Bekas Pembunuhan
ucap Imas sambil mendekat padaku, dengan tatapan yang penuh khawatiran.
“Udah ayo masuk, kerokin saja mah punggung aku, sepertinya masuk angin,” jawabku, sambil mengajak Imas masuk ke dalam rumah dengan tergesa-gesa.
Bahkan tidak biasanya muntahan aku hanya air saja yang keluar, padahal siang tadi aku makan dengan porsi yang normal, dan aku tidak tau kenapa harus muntah. Anehnya lagi, aku hanya heran tidak habis pikir saja, bukan karena merasa jijik melihat darah dari muntahan kera itu.
ตอนยอดนิยม