Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PART-TIME

PART-TIME

Kriing! Mrs. Helen masuk ke kelas Bahasa yang tampak suram. Ia pikir kesuraman itu karena hari ini ia mengadakan ulangan harian. “Good morning, how are you today?” sapa Mrs. Helen mengawali. “Good morning, I am fine. And you?” jawab kompak murid kelas Bahasa dengan kesuramannya. Mrs. Helen jadi tak nyaman dibuatnya, “I am good, haha.”
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai fri
Baca
+Pustaka
DAISY

DAISY

Tidak peduli bagaimana tema yang disiapkan Mama, Daisy hanya ingin berkumpul dengan kedua orang tuanya yang selalu sibuk bekerja. *** Seminggu kemudian... Eve mengarahkan ponselnya pada wajah Daisy yang terlihat murung. “Lihat Austin, sahabatku sejak tadi tidak bersuara sama sekali. Lemas seperti belum sarapan saja.” Daisy menatap layar ponsel Eve yang menampilkan wajah bangun tidur Austin—kekasih sahabatnya. Lelaki dengan balutan kaus oblong hitam itu menunjukkan deretan giginya yang rapi. “Selamat atas kelulusanmu Daisy, kau cantik sekali memakai topi wisuda itu.”
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai fri
Baca
+Pustaka
Purnama

Purnama

30 ia berangkat. Messenger bag diselempangkan Purnama di bahunya. Rambut selehernya telah disisir rapi. Ia mendekati bapak mertuanya yang sedang menikmati sarapan. "Pamit, Pih. Saya berangkat. Assalamualaikum." "Waalaikum salam." ***
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai fri
Baca
+Pustaka
Home

Home

Dia terbuka mengenai hal itu, karena dia juga beberapa kali memiliki friend with benefit—salah satunya Angkasa. "Morning sex itu paling enak fix no debat. Terutama kalau lo di atas. Suami lo pasti suka sih ngelihatin dari bawah, apalagi kalau lo lagi birahi banget. Maafkan aku, Tuhan." Noted, Noela. Noted. Sayangnya, sampai sekarang Mas Biru belum mau menyentuhku, entah apa alasannya. Yang ketiga adalah Arthemis Rigel Orion.
1013.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai fri
Baca
+Pustaka
Another day

Another day

Rio💌 "Puas? Entah apa alasanmu melakukan ini tapi, jangan hubungi aku lagi, ah kau benar-benar mengganggu liburanku." "Ah anak itu terlalu banyak bicara. Hah? Apa ini? Jalan Cempaka? Tapi disini tertulis jalan matahari, 2 area ini bahkan berjarak jauh satu sama lain. Asshh sebenarnya apa yang terjadi? Bagaimana bisa kedua alamat ini berbeda?" *Bersambung*
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai fri
Baca
+Pustaka
ZahFad

ZahFad

"Oh, iya, Assalamu'alaikum Fadli." "Wa'alaikumsalam, ada apa kamu kesini?" "Aku cuma pengen ketemu kamu aja, hehehe," jawab Yuni tanpa ada rasa malu membuat teman Fadli terkekeh geli. "Hadeuh, Yuni. Kamu tuh ya, nggak punya rasa malu sama sekali atau gimana sih? Masa kamu godain lelaki, hahaha." Yuni tampak geram dengan ucapan teman fadli tersebut. "Kamu jangan ikut campur!"
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai fri
Baca
+Pustaka
BROKEN

BROKEN

Michele bertanya. “Tidak apa, hanya sedikit mual!” sahut Jess. Sebuah kalender tak sengaja dilihatnya dari bibir westafel. Kecemasan pun meningkat mengingat tanggal merah bulanannya tak kunjung datang sejak dua minggu yang lalu. “Aku akan membuatkan teh untukmu!” “Terima kasih, Miche!” sahut Jess dari dalam.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai fri
Baca
+Pustaka
Hoffen

Hoffen

Wanita gemuk itu melangkahkan kakinya keluar bus, dan duduk sejenak di kursi halte karena ponselnya berdering. Satu panggilan masuk dari Vanda membuat dia menghela napas panjang. Apa lagi masalah yang akan disampaikan olehnya? Pikir Trisha yang sudah bisa menebak kalau sahabat sekaligus editornya itu akan menyampaikan masalah. Jarinya mengusap tombol hijau ke atas dengan cepat, lalu menempelkan di telinga. “Halo, kenapa?” “Besok hari sabtu, lo kerja?”
1012.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 373 kali sebagai fri
Baca
+Pustaka
AFRAID

AFRAID

Pluk! ****** To be continue
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai fri
Baca
+Pustaka
FEMININ

FEMININ

Tanya David "Ini kalau mau naik ke lantai atas, gimana caranya yah?" David terkekeh kecil, lalu menggandeng tangan Femi menuju ruangan kecil. Ditekannya tombol, lalu pintunya menutup tiba tiba "Loh loh Dav, ini kok pintunya nutup sih?" Tanya Femi dengan panik "Katanya mau naik ke lantai atas. Ayok!" "Aku tidak paham, semacam pintu Doraemonkah ini? Lagi lagi, David hanya tertawa kecil. Betapa polosnya Femi, tidak tau lift.
4.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai fri
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status