Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Nikah Kontrak, Diam-Diam sang Penguasa Mencintaiku

Nikah Kontrak, Diam-Diam sang Penguasa Mencintaiku

Dan menyadari, dalam waktu yang sama, bahwa yang jatuh bukan benda. Darah dengan cepat mengubah aliran yang dilaluinya menjadi merah pekat. Tas di tangan Asher lepas. Barang-barangnya berhamburan ke aspal. "M-mom..." Tidak ada jawaban. Tidak akan ada. Zion merasakan sesuatu mencekik bagian dalam tenggorokannya, menekan dari dalam ke luar hingga napas tidak bisa masuk dengan benar. Lututnya melemah.
1010.6K viewsCompletedAdded to Library 274 Times as from blood and ash
Read
+Library
Eclipse Blood : Pertarungan Manusia dan Halfwolf

Eclipse Blood : Pertarungan Manusia dan Halfwolf

Suara gelas dan tawa pelan bercampur dengan aroma alkohol di bar pinggiran kota. Beberapa pria duduk berbicara, tapi percakapan yang paling membuat bulu kuduk berdiri adalah tentang Eclipse Blood. "Eh, lu dengar ga kabar terakhir?" tanya seorang pria paruh baya. "Akhir-akhir ini banyak halfwolf mati di hutan," sahut temannya. "Mungkin dewa yang menanganinya, hahaha..."
532 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as from blood and ash
Read
+Library
Setelah Janur Gugur

Setelah Janur Gugur

Tangannya berdarah oleh serpihan kaca, tapi ia terus mencoba. “Sher! Ini aku, Zoe!” Dari balik kaca depan yang retak, Zoe melihatnya. Asher menatapnya wajahnya pucat, darah menetes dari pelipis, tapi senyum kecil masih tersisa di bibirnya. “Kamu... beneran datang…” Zoe menangis keras,“Diam dulu! Aku panggil bantuan, Sher! Jangan ngomong dulu!"
559 viewsOngoingAdded to Library 17 Times as from blood and ash
Read
+Library
GARIS DARAH WARISAN

GARIS DARAH WARISAN

Lalu mulai menciptakan sedikit demi sedikit air sisa yang ada di gelas. “Bismillah!” Aji berdoa kembali. Terlihat kaki kanan Amanda yang membusuk mulai mengepulkan asap. Belatung sebesar jari kelingking berebut keluar dari dalam daging busuk Amanda. Mereka seperti kepanasan. Aji terus mencipratkan air sedikit demi sedikit hingga akhirnya baskom telah penuh dengan belatung yang telah kaku karena mati. Amanda, Bu Linda dan Pak Agus sampai bergidik ngeri melihat pemandangan tersebut.
102.4K viewsCompletedAdded to Library 61 Times as from blood and ash
Read
+Library
Selir Chun! Kaisar Hanya Menginginkanmu!

Selir Chun! Kaisar Hanya Menginginkanmu!

Jenderal Shang menancapkan ujung pedangnya tepat ke leher Ashile Tu! Krak! Suara logam menembus daging sekaligus tulang. Darah memancar tipis, membentuk busur merah di udara sebelum jatuh di atas debu yang sudah basah oleh keringat dan amarah. Mata Ashile Tu terbelalak, tubuhnya menegang. Bibirnya terbuka, mencoba berteriak sesuatu, entah sumpah serapah, atau nama putranya, tapi tak ada satu huruf pun yang keluar selain erangan lirih yang tercekat di tenggorokan.
1069.7K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as from blood and ash
Show Reviews (25)
Read
+Library
Nissa Salsabila
makasih kak thor untuk bab 260 nya. ini yg saya tunggu dari lama. ruang kaisar bersantai dengan ratu chun. biar terasa bucin nya kaisar :) selalu selipkan d setiap bab keromantisan kaisar dan ratunya ya kak. :)
Emaknya Trejo
meskipun aku agak kemusuhan dengan dirimu thor tp i luv u pull lah,makasih ya udh bkn novel sebagus ini,,yah walaupun sebagian ada yg bilang bertele-tele tp bagiku ini salah satu novel terseru yg pernah aku baca!!sekali lg mksh ya author
Read All Reviews
Black Shadow

Black Shadow

Dan sedetik kemudian, yang ditugaskan pun mendaratkan kembali peluru kedua tepat di dada pria itu. Membuat si pria yang tadi hendak berbalik ingin menyelamatkan diri, jatuh tersungkur di tanah. Mulutnya keluar darah, matanya terbelalak dan tangannya meremas tanah dengan kuat. Kala dia melawan rasa sakit, saat meregang nyawa. Menarik nafas panjang. Asisten muda itu pun memerintah untuk segera pergi membawa jasad bos mereka.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 132 Times as from blood and ash
Read
+Library
Legenda Dewa Pedang

Legenda Dewa Pedang

Tubuhnya terlempar beberapa langkah, debu dan batu beterbangan seperti hujan kasar yang menghantam wajah. Pemimpin Sekte Tombak Darah menyeringai. “Kau cepat juga… tapi itu belum cukup untuk menghadapiku!” Ia memutar tombaknya. Sekali putar. Udara berubah warna menjadi merah pekat. Racun darah menyebar, menggulung ruang seperti kabut neraka. Yi Xue memegangi mulutnya, tubuhnya bergetar hebat. “Itu… Blood Erosion Fog… orang biasa akan meleleh dalam satu tarikan napas saja!”
1027.2K viewsCompletedAdded to Library 925 Times as from blood and ash
Read
+Library
Cinta Dalam Dendam

Cinta Dalam Dendam

Ash meludahkan darah dari mulutnya lalu menatap tajam pria yang kini meringis di lantai dengan kemaluannya yang berdarah. "Lepaskan aku, Kor! Aku tidak mau di sini lagi!" Ash melepaskan tangannya kasar lalu berlari menuju pintu keluar. "Ash, tunggu! Kau mau mati ya?!" bisik Abbey keras mencoba menghentikannya. "Lebih baik mati daripada hidup seperti ini! Ini bukan hidup!" jawab Ash sambil menangis. "Ash, kau-- AWW!" Abbey terjatuh ke lantai karena didorong keras oleh Ash.
1.0K viewsCompletedAdded to Library 25 Times as from blood and ash
Read
+Library
DUDA PILIHAN PAPA

DUDA PILIHAN PAPA

Rama menaruh gelasnya di atas meja kecil dan menatap istrinya dengan cemas. “Ay, kok selimutku basah yaa?” Ashiqa mencoba menyibak selimutnya dan terlihat darah yang sudah menggenang di seprai tempat tidurnya. Ashiqa mendadak gemetar juga Rama yang terkejut melihat darah yang begitu banyak. “A-Ayah Baby … apa yang terjadi denganku? Apa … apa yang terjadi? Darah ini banyak sekali …Ay?”
104.9K viewsCompletedAdded to Library 128 Times as from blood and ash
Read
+Library
ASHOLE

ASHOLE

Prangg! Tak fokus gelas tersebut malah jatuh pada lantai kramik. Pecahannya berceceran ke sana; kemari. Rio tanpa sadar menaruh gelas tersebut di intil meja. Awalnya hanya hampir jatuh saja. Niat Rio ingin mendorong posisi gelas agar lebih ke tengah, tetapi yang terjadi malah keterbalikan dari ekspektasi. Karena satu tangan Rio juga digunakan untuk menampung ponsel, maka ketika ia hendak mendorong gelas itu lebih ke tengah, tetapi gerakannya itu terslepet, antara selamatkan gelas atau tetap menggenggam hapenya. Dan pada akhirnya Rio lebih memilih hapenya. Mana bisa Rio hidup tanpa benda tersebut. Ibaratnya hape itu adalah belahan jiwa bagi Rio.
102.9K viewsOn holdAdded to Library 110 Times as from blood and ash
Read
+Library
PREV
1234569
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status